Seni, di luar keindahan estetikanya, ternyata memiliki kekuatan penyembuhan yang luar biasa untuk kesehatan mental. Seni terapeutik, praktik berkesenian yang dilakukan secara sadar untuk mengelola emosi dan meningkatkan kesejahteraan psikologis, menjadi salah satu buktinya. Manfaatnya pun beragam dan telah diteliti secara mendalam.
Vindy Ariella, pegiat Kesehatan Mental dan Terapi Seni, memaparkan tujuh manfaat utama seni terapeutik dalam acara Perempuan Bersuara Melalui Rasa dan Karya di Bentara Budaya, Jakarta Pusat, Kamis (24/4/2025). Berikut penjelasan lengkapnya.
Meningkatkan Fungsi Otak dan Kinerja Kognitif
Seni terapeutik mampu merangsang koneksi antar sel saraf otak. Proses kreatif ini membangun jalur saraf baru, meningkatkan efisiensi kerja otak.
Hasilnya, individu dapat merasakan peningkatan fokus dan produktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Otak yang lebih efisien berkinerja lebih optimal.
Lebih lanjut, kegiatan seni juga meningkatkan koordinasi sensorik, motorik, dan kognitif. Ketiga fungsi otak ini bekerja secara simultan selama proses kreatif.
Hal ini memicu terbentuknya jalur saraf baru, yang selanjutnya mendukung kesehatan mental secara menyeluruh. Ketajaman memori dan kemampuan fokus juga ikut meningkat.
Pengatur Hormon untuk Keseimbangan Emosi
Seni terapeutik efektif dalam mengatur hormon. Kegiatan berkesenian meningkatkan produksi endorfin, hormon yang menciptakan rasa senang dan nyaman.
Sebaliknya, produksi kortisol, hormon stres, menurun. Pengurangan stres ini berkontribusi pada suasana hati yang lebih baik.
Melukis, menulis, atau menggambar dapat menjadi cara efektif untuk menekan emosi negatif. Ini membantu menciptakan keseimbangan emosional yang lebih baik.
Dengan demikian, seni terapeutik membantu individu mengelola stres dan kecemasan secara alami. Ini merupakan kunci penting dalam menjaga kesehatan mental yang optimal.
Media Ekspresi Diri dan Pengelolaan Emosi
Seni terapeutik berfungsi sebagai media katarsis yang ampuh. Katarsis adalah proses pelepasan emosi terpendam melalui ekspresi.
Dalam konteks seni, individu dapat menuangkan pikiran dan perasaan mereka ke dalam karya. Proses ini membantu pemrosesan emosi yang sehat.
Ekspresi artistik ini menjadi saluran yang aman untuk mengekspresikan emosi yang mungkin sulit diungkapkan dengan kata-kata. Ini penting untuk menjaga keseimbangan emosi.
Melalui proses kreatif, individu dapat memahami dan memproses emosi mereka dengan lebih baik. Ini menjadi kunci penting dalam membangun kesehatan mental yang kuat.
Kesimpulan: Seni sebagai Jalan Menuju Kesejahteraan
Seni terapeutik menawarkan pendekatan holistik untuk meningkatkan kesehatan mental. Dengan merangsang fungsi otak, mengatur hormon, dan menjadi media katarsis, seni memberikan manfaat yang signifikan.
Lebih dari sekadar kegiatan rekreatif, seni terapeutik merupakan alat yang ampuh untuk mencapai kesejahteraan mental. Penting untuk mengeksplorasi berbagai bentuk ekspresi artistik untuk menemukan cara terbaik bagi diri sendiri. Manfaatnya bagi kesehatan mental sangatlah besar dan perlu mendapat perhatian lebih luas.





