Kloter pertama jemaah haji 2025 diperkirakan tiba di tanah air pada Rabu, 11 Juni 2025. Pemulangan akan dilakukan secara bertahap, menandai berakhirnya rangkaian ibadah haji yang panjang dan penuh makna.
Kepulangan para jemaah haji selalu disambut dengan haru dan suka cita oleh keluarga dan masyarakat. Suasana penuh syukur dan kebahagiaan akan menyelimuti berbagai daerah di Indonesia.
Setelah menunaikan rukun Islam kelima ini, diharapkan para jemaah dapat terus meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak mereka. Berikut beberapa amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan setelah pulang dari Tanah Suci.
Membawa Oleh-Oleh untuk Keluarga di Kampung Halaman
Membawa oleh-oleh untuk keluarga merupakan sunnah yang dianjurkan. Hal ini bukan hanya tradisi, tetapi juga amalan yang mendapatkan pahala.
Kitab Hasyiyatul Qalyubi wa Umairah menyebutkan anjuran membawa hadiah saat pulang bepergian. Meskipun perjalanan dekat sekalipun, membawa oleh-oleh untuk keluarga adalah hal yang baik.
Oleh-oleh tersebut, meskipun sederhana seperti sebutir kurma, dapat menyenangkan hati keluarga. Keikhlasan dalam memberi akan menjadi pahala tersendiri bagi pemberi.
Anjuran ini tidak hanya berlaku bagi jemaah haji, tetapi juga bagi siapapun yang pulang bepergian. Memberi kebahagiaan pada keluarga adalah hal yang mulia.
Melaksanakan Sholat Sunnah Dua Rakaat
Sesampainya di kampung halaman, jemaah haji disunahkan sholat dua rakaat. Sholat sunnah ini bisa dilakukan di masjid atau mushola terdekat.
Niat sholatnya adalah sholat qudum, khusus untuk jemaah haji yang telah menempuh perjalanan jauh. Hal ini merupakan bentuk rasa syukur atas perjalanan yang telah dilalui.
Rasulullah SAW juga melakukan hal serupa sepulang dari perjalanan. Hadits Bukhari mencatat kebiasaan Rasulullah sholat dua rakaat di masjid terdekat saat tiba di Madinah.
Sholat sunnah ini merupakan amalan yang dianjurkan untuk menandai kembali ke kehidupan sehari-hari setelah menjalankan ibadah haji.
Mengadakan Naqi’ah
Naqi’ah adalah perhelatan untuk menyambut kepulangan seseorang dari perjalanan jauh. Acara ini bisa berupa selamatan atau kumpul keluarga.
Biaya naqi’ah dapat ditanggung oleh keluarga, masyarakat, atau jemaah haji itu sendiri. Tujuannya untuk menyambut dan mengucapkan syukur atas kembalinya jemaah haji.
Setelah acara naqi’ah, orang-orang yang hadir dianjurkan untuk bersalaman dan mendoakan jemaah haji. Doa tersebut berisi harapan agar ibadah haji mereka diterima Allah SWT.
Doa juga memohon ampunan dosa dan agar biaya perjalanan yang telah dikeluarkan diganti oleh Allah SWT. Ini merupakan ungkapan syukur dan harapan bagi keselamatan dan keberkahan di masa yang akan datang.
Semoga artikel ini memberikan informasi yang bermanfaat bagi para jemaah haji dan pembacanya. Semoga kepulangan jemaah haji diisi dengan rasa syukur dan diikuti dengan amal saleh yang terus menerus.





