Vokalis band Noah, Ariel, dalam sebuah wawancara terbaru mengungkapkan pandangan jujurnya tentang kualitas musik Peterpan, band yang membesarkan namanya sebelum berganti nama menjadi Noah. Ia secara rendah hati mengakui bahwa hasil rekaman Peterpan kala itu masih jauh di bawah standar Dewa 19 dan Sheila on 7.
Pengakuan mengejutkan ini disampaikan Ariel dalam podcast YouTube Ferdy Element yang tayang pada Kamis, 12 Oktober 2023. Pernyataan tersebut tentu menarik perhatian mengingat popularitas Peterpan di era 2000-an.
Ariel Noah: Kualitas Rekaman Peterpan Belum Sebanding Dewa 19 dan Sheila on 7
Dalam podcast tersebut, Ariel secara gamblang membandingkan kualitas rekaman Peterpan dengan dua band legendaris Indonesia, Dewa 19 dan Sheila on 7. Ia menyatakan bahwa dari segi penggarapan musik, Peterpan masih tertinggal.
“Lo bandingin hasil rekamannya Peterpan sama Dewa 19 waktu itu, sama Sheila on 7. Hasil stringnya Peterpan saat itu masih jauh,” ungkap Ariel, menunjukkan sikap introspeksi yang jarang terlihat dari seorang musisi papan atas.
Kesuksesan Peterpan: Lebih dari Sekadar Musik Berkualitas
Ariel juga menolak anggapan bahwa Peterpan langsung menjadi band nomor satu tanpa bantuan faktor eksternal. Ia mengakui peran besar televisi dalam menaikkan popularitas bandnya.
Menurutnya, kesuksesan Peterpan juga didorong oleh faktor popularitas dan citra selebriti yang melekat pada band tersebut. Ini turut berperan signifikan dalam perjalanan karier mereka.
Pengakuan Terhadap Kelemahan dan Kekuatan
Ariel menekankan pentingnya bagi seorang musisi untuk menyadari kelebihan dan kekurangannya. Ia mengingatkan agar tidak terlena oleh pujian dan tetap berfokus pada pengembangan diri.
“Sadar deh bahwa kita tuh jangan menganggap kayak kita tuh lagi wah banget. Kita mesti punya banyak kelemahan,” tuturnya, menunjukkan kematangan dan kebijaksanaan seorang musisi yang telah mengalami berbagai fase karier.
Inspirasi Musik dan Pengaruh Dewa 19
Ariel juga mengungkapkan bahwa ia tumbuh besar dengan mendengarkan musik-musik berkualitas dari band-band seperti Dewa 19 dan Padi. Ia mengaku terinspirasi oleh karya-karya musisi senior tersebut.
Sebagai contoh, ia menceritakan pengalamannya menonton konser peluncuran album Dewa 19, Bintang Lima, saat masih mengenakan seragam sekolah menengah atas. Hal ini menunjukkan betapa besar pengaruh Dewa 19 terhadap perjalanan musiknya.
Podcast Ariel bersama Ferdy Element yang berdurasi hampir dua jam tersebut tidak hanya membahas soal kualitas musik, tetapi juga menyentuh berbagai aspek lain perjalanan kariernya bersama Peterpan, termasuk konflik internal yang menyebabkan keluarnya Andika (kibor) dan Indra (bassis) pada Oktober 2006. Podcast ini telah ditonton lebih dari 700 ribu kali dan mendapatkan lebih dari 9 ribu komentar hingga saat artikel ini ditulis.
Kesimpulannya, pengakuan jujur Ariel tentang kualitas musik Peterpan tidak hanya menunjukkan kerendahan hatinya, tetapi juga menunjukkan perjalanan panjang dan proses belajar yang dialami seorang musisi dalam mengembangkan karya dan diri sendiri. Ia tetap menghargai pendukung dan mengakui peran faktor lain di balik kesuksesan band yang membesarkan namanya.





