Idul Adha identik dengan limpahan daging kurban. Sate, gulai, rendang, dan berbagai hidangan lezat lainnya mewarnai meja makan. Namun, di balik kelezatannya, terdapat potensi risiko kesehatan yang perlu diwaspadai.
Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Nindya Putri Permata Risadayu, Sp.PD dari RS Soeradji Tirtonogoro, mengamati peningkatan pasien dengan gangguan pencernaan, tekanan darah tinggi, dan kolesterol setelah Hari Raya Kurban. Konsumsi daging yang berlebihan dan tidak seimbang menjadi penyebab utamanya.
Dampak Kesehatan Konsumsi Daging Kurban yang Berlebihan
Banyaknya daging yang dikonsumsi dalam waktu singkat berdampak buruk bagi kesehatan. Makanan yang hanya terdiri dari daging dan nasi tanpa sayur dan buah sangat tidak seimbang.
Kombinasi karbohidrat dan lemak tinggi tanpa serat dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti nyeri perut, sembelit, dan gangguan asam lambung. Penggunaan santan dan bumbu pedas memperparah kondisi ini.
Selain itu, pola konsumsi daging yang tidak bijak juga berisiko meningkatkan tekanan darah dan kolesterol. Meskipun kolesterol tidak langsung meningkat drastis setelah satu kali makan daging, konsumsi berlebihan dapat memperburuk kondisi bagi yang sudah memiliki riwayat kolesterol tinggi.
Asam urat juga menjadi keluhan umum. Bukan dagingnya sendiri yang menjadi masalah, melainkan cara mengonsumsinya yang perlu diperhatikan.
Tips Mengolah dan Mengonsumsi Daging Kurban dengan Bijak
Salah satu kesalahan umum adalah langsung mengolah semua daging kurban sekaligus. Hal ini menyebabkan makanan menjadi kurang sehat.
Dr. Nindya menyarankan untuk membagi daging kurban menjadi porsi kecil dan menyimpannya di freezer. Ambil dan masak hanya satu porsi setiap kali dibutuhkan.
Santan yang dihangatkan berulang kali dapat berubah menjadi lemak jenuh dan trans fat, meningkatkan risiko peradangan dan penyumbatan pembuluh darah. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan santan segar setiap kali memasak.
Rendang dan gulai memang nikmat, namun paling baik disantap saat baru dimasak. Memanaskan berulang kali, apalagi dengan santan, dapat mengurangi nilai gizinya.
Untuk sate atau daging panggang, hindari membakar hingga gosong karena dapat menghasilkan zat karsinogenik. Proses pembakaran yang tidak tepat dapat mengubah daging yang sehat menjadi berbahaya.
Alternatif Olahan Daging yang Lebih Sehat
Merebus atau mengukus merupakan alternatif metode memasak yang lebih sehat. Jika ingin tetap menikmati rendang atau steak, gunakan teknik dan peralatan memasak yang baik.
Hindari penggunaan minyak berulang kali atau panggangan yang mudah berkarat. Atur porsi makan dan pastikan makanan seimbang dengan sayur dan buah.
Dengan porsi yang wajar, teknik memasak yang tepat, dan pola makan seimbang, kita tetap dapat menikmati kelezatan daging kurban tanpa mengorbankan kesehatan.
Nikmati Idul Adha dengan penuh sukacita, tetapi jangan lupa utamakan kesehatan. Dengan mengelola konsumsi daging kurban dengan bijak, kita dapat merayakan hari raya dengan sehat dan bugar, baik selama maupun setelahnya.





