Timnas sepak bola putri Indonesia resmi memperkuat skuadnya dengan empat pemain naturalisasi. Langkah strategis ini diambil untuk mendongkrak peringkat FIFA dan meningkatkan daya saing tim di kancah internasional. Keempat pemain tersebut memiliki darah Indonesia dan telah menjalani proses naturalisasi sesuai prosedur hukum yang berlaku di Indonesia.
Proses naturalisasi ini bukan hanya sekadar perekrutan pemain, melainkan juga bentuk apresiasi pemerintah terhadap atlet diaspora berdarah Indonesia. Hal ini membuka peluang bagi talenta-talenta berbakat di luar negeri untuk berkontribusi bagi kemajuan sepak bola Indonesia.
Empat Pemain Baru Timnas Putri Indonesia
Keempat pemain yang resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) tersebut adalah Emily Julia Frederica Nahon, Felicia Victoria de Zeeuw, Iris Joska de Rouw, dan Isa Guusje Warps. Mereka berasal dari Belanda dan masing-masing memiliki posisi dan pengalaman bermain yang berbeda.
Menteri Hukum dan HAM, Supratman Andi Agtas, menekankan bahwa pemberian kewarganegaraan ini juga merupakan pengakuan atas ikatan emosional para pemain dengan Indonesia, meskipun mereka tumbuh besar di luar negeri. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk merangkul talenta-talenta diaspora.
Profil Singkat Para Pemain Naturalisasi
Iris Joska de Rouw (20 tahun) merupakan penjaga gawang yang bermain di Sparta Rotterdam (tier 2 Liga Belanda). Ia memiliki keturunan Indonesia dari ibunya, yang neneknya lahir di Lumajang, Jawa Timur.
Felicia Victoria de Zeeuw (19 tahun), gelandang serang ADO Den Haag (tier 1 Liga Belanda), juga memiliki darah Indonesia dari ibunya. Neneknya berasal dari Jakarta. Pengalamannya bermain di DSVP Pijnacker selama empat musim (2016-2020) menambah kekuatannya.
Isa Guusje Warps (20 tahun) adalah pemain sayap NAC Breda (tier 1 Liga Belanda). Keturunan Indonesia mengalir dari ayahnya, yang neneknya berasal dari Padang, Sumatera Barat. Ia memiliki pengalaman berharga di De Ball Schoppen academy (2014-2017).
Emily Julia Frederica Nahon (18 tahun) bermain sebagai bek tengah di ADO Den Haag (tier 1 Liga Belanda). Ia memiliki keturunan Indonesia dari ayahnya, dengan nenek yang berasal dari Bogor, Jawa Barat. Pengalamannya di Youth ADO Den Haag sejak usia 14 tahun (2021-2023) sangat menjanjikan.
Harapan dan Tantangan di Masa Depan
Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum, Widodo, menyampaikan harapan besar agar keempat pemain ini dapat berkontribusi maksimal bagi kemajuan sepak bola Indonesia. Proses naturalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan prestasi Timnas Putri Indonesia.
Pemerintah, melalui Kementerian Hukum dan HAM, berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan olahraga nasional, termasuk dengan memfasilitasi proses naturalisasi atlet berdarah Indonesia. Kementerian ini bertindak sebagai leading sector dalam pelayanan hukum terkait naturalisasi atlet.
Target masuk 50 besar FIFA menjadi tantangan besar bagi Timnas Putri Indonesia. Dengan bergabungnya empat pemain naturalisasi ini, diharapkan timnas dapat meningkatkan peringkatnya dan menunjukkan performa yang lebih baik di kompetisi internasional. Dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat Indonesia sangat penting untuk mencapai tujuan ini.
Keberhasilan naturalisasi ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memajukan olahraga nasional dengan memanfaatkan potensi talenta diaspora. Semoga kehadiran keempat pemain ini memberikan dampak positif dan membawa angin segar bagi perkembangan sepak bola putri Indonesia.





