Awetkan Daging Kurban Idul Adha 2025: Tips & Trik Jitu

Redaksi

Awetkan Daging Kurban Idul Adha 2025: Tips & Trik Jitu
Sumber: Liputan6.com

Perayaan Idul Adha selalu diiringi dengan limpahan daging kurban. Namun, menyimpan daging kurban dengan benar sangat penting untuk menjaga kesegarannya dan mencegah pembusukan. Dr. Farida Wahyu Ningtyias, pakar gizi Universitas Jember, membagikan tips praktis untuk menyimpan daging kurban agar tetap aman dan bernutrisi.

Menjaga kualitas gizi daging kurban merupakan hal krusial. Penyimpanan yang tepat dapat mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya dan mempertahankan kandungan nutrisi penting. Berikut panduan lengkap menyimpan daging kurban berdasarkan saran ahli.

Suhu Penyimpanan yang Ideal untuk Daging Kurban

Suhu penyimpanan memainkan peran penting dalam menjaga kualitas daging kurban. Lemari es (chiller) dengan suhu 0-4 derajat Celcius adalah pilihan ideal untuk penyimpanan jangka pendek.

Pada suhu tersebut, daging utuh atau potongan dapat bertahan selama 3-5 hari. Daging cincang sebaiknya dikonsumsi dalam waktu 1-2 hari.

Suhu di bawah 4 derajat Celcius efektif mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya seperti *Salmonella* dan *E.coli*. Pertumbuhan bakteri ini akan meningkat pesat pada suhu di atas 5 derajat Celcius.

Untuk penyimpanan jangka panjang, freezer adalah solusi terbaik. Suhu optimal freezer adalah -18 derajat Celcius atau lebih rendah.

Pada suhu ini, daging utuh dapat bertahan hingga 12 bulan, sementara daging cincang dapat bertahan hingga 4 bulan. Proses degradasi gizi akan sangat lambat pada suhu ini.

Protein, zat besi, vitamin B12, dan zinc akan tetap terjaga dengan baik. Jangan abaikan suhu penyimpanan; ini kunci utama menjaga kualitas daging.

Mengidentifikasi Daging Kurban yang Sudah Tidak Layak Konsumsi

Kenali tanda-tanda penurunan kualitas gizi pada daging kurban. Perubahan warna menjadi abu-abu, kehijauan, atau cokelat gelap merupakan indikator awal.

Bau tidak sedap, seperti asam atau tengik, menandakan adanya pembusukan. Tekstur berlendir juga menjadi pertanda pertumbuhan mikroorganisme.

Kondisi-kondisi tersebut dapat menyebabkan kehilangan protein dan vitamin, serta menurunkan kualitas rasa daging. Jangan ragu untuk membuang daging yang menunjukkan tanda-tanda ini.

Tips Optimalisasi Penyimpanan Daging Kurban

Pisahkan daging kurban berdasarkan jenisnya, misalnya daging merah, jeroan, dan tulang. Kemas dalam porsi sesuai kebutuhan masak (250-500 gram).

Hal ini memudahkan pengolahan dan mencegah pembuangan daging yang masih tersisa. Gunakan plastik atau wadah *food-grade* kedap udara untuk pengemasan.

Jeroan harus dipisahkan dari daging merah karena lebih cepat membusuk. Langkah ini meminimalisir risiko kontaminasi silang.

Manfaatkan teknologi vakum untuk penyimpanan lebih optimal. Kemasan vakum mengurangi kadar oksigen, menekan pertumbuhan bakteri dan jamur.

Mesin *vacuum sealer* sangat efektif, namun plastik *zipper* khusus makanan juga dapat digunakan sebagai alternatif. Keluarkan udara sebanyak mungkin sebelum menutup rapat.

Metode ini mencegah *freezer burn* dan perubahan rasa serta warna akibat pembekuan yang tidak sempurna. Pilih metode yang sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan alat.

Penyimpanan daging kurban yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas gizi dan keamanan pangan. Dengan mengikuti tips di atas, Anda dapat memastikan keluarga menikmati daging kurban yang sehat dan lezat. Selalu perhatikan tanda-tanda pembusukan dan jangan ragu membuang daging yang sudah tidak layak konsumsi. Semoga informasi ini bermanfaat untuk perayaan Idul Adha Anda.

Also Read

Tags

Leave a Comment