BMW Group menutup kuartal pertama tahun 2025 dengan hasil yang cukup menggembirakan. Meskipun pasar otomotif global menghadapi berbagai tantangan, penjualan perusahaan justru menunjukkan kinerja positif, terutama di sektor kendaraan listrik.
Secara keseluruhan, pengiriman kendaraan BMW Group turun tipis 1,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mencapai 586.149 unit. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh melemahnya permintaan di pasar China.
Lonjakan Penjualan Kendaraan Listrik BMW
Di tengah tantangan pasar, penjualan mobil listrik BMW justru mencatat pertumbuhan yang signifikan. Kenaikan sebesar 32,4 persen menunjukkan tren positif di segmen kendaraan listrik.
Sepanjang Januari-Maret 2025, sebanyak 109.516 unit kendaraan listrik murni (BEV) dari merek BMW, MINI, dan Rolls-Royce telah dikirim ke konsumen global. Pertumbuhan ini sangat mencolok di Eropa, mencapai 64,2 persen.
Strategi Teknologi Terbuka Mendukung Pertumbuhan
Jochen Goller, anggota Dewan Manajemen BMW AG, memandang lonjakan penjualan kendaraan listrik sebagai bukti keberhasilan strategi teknologi terbuka yang dijalankan perusahaan.
Goller menekankan daya tarik produk BMW di berbagai segmen pasar dan teknologi penggerak. Ia juga menyoroti kontribusi model MINI terbaru, khususnya varian BEV, terhadap pertumbuhan penjualan.
Keberhasilan MINI dalam Pasar Kendaraan Listrik
Salah satu kunci keberhasilan BMW Group terletak pada kinerja merek MINI. Satu dari tiga MINI yang terjual di Eropa adalah varian BEV.
Secara total, MINI berhasil menjual 64.626 unit, naik 4,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Porsi penjualan BEV mencapai 35,3 persen dari total penjualan MINI.
Performa Merek Lain di Bawah Naungan BMW Group
Merek BMW sendiri mencatatkan penjualan 520.142 unit, mengalami penurunan 2 persen dibandingkan tahun lalu. Namun, penjualan BEV-nya tetap tumbuh 9,9 persen, mencapai 86.449 unit.
Sementara itu, BMW M menorehkan peningkatan penjualan sebesar 5 persen, mencapai 50.494 unit, didorong oleh tingginya permintaan akan model M3 dan M5. Rolls-Royce mengalami penurunan penjualan sebesar 9,4 persen (1.381 unit), dan BMW Motorrad turun 3,9 persen (44.609 unit).
Secara keseluruhan, meskipun ada tantangan di beberapa pasar dan segmen produk, BMW Group menunjukkan kinerja keuangan yang solid di kuartal pertama 2025. Pertumbuhan penjualan kendaraan listrik yang signifikan menunjukkan komitmen kuat BMW terhadap transisi menuju mobilitas berkelanjutan dan kesuksesan strategi yang dijalankan. Kinerja ini menjadi indikator positif untuk masa depan perusahaan di tengah persaingan yang semakin ketat di industri otomotif global.





