Budiman Sudjatmiko: Dukungan Mengejutkan ke Prabowo, Pilpres 2024

Redaksi

Budiman Sudjatmiko: Dukungan Mengejutkan ke Prabowo, Pilpres 2024
Sumber: Pikiran-rakyat.com

Budiman Sudjatmiko, mantan aktivis pro-demokrasi dan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), kini menjadi sorotan publik. Dukungannya terhadap Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024 telah membuatnya dipecat dari PDIP. Keputusan ini memicu perdebatan luas mengenai loyalitas partai dan dinamika politik menjelang pemilu. Perjalanan hidup Budiman yang penuh dinamika, dari aktivis hingga anggota DPR, menjadi perhatian banyak pihak.

Pengumuman pemecatan Budiman dari PDIP menjadi berita utama. Partai menganggap tindakannya mendukung capres dari partai lain merupakan pelanggaran berat.

Pemecatan ini menimbulkan beragam reaksi dari berbagai kalangan, mulai dari dukungan hingga kecaman.

Lika-Liku Perjalanan Budiman Sudjatmiko

Budiman Sudjatmiko lahir di Cilacap, 10 Mei 1970. Ia adalah putra pertama pasangan Wartono Sudjatmiko dan Sri Sulastri.

Masa mudanya diwarnai dengan aktivitas di dunia aktivisme dan politik. Ia sempat kuliah di Universitas Gadah Mada, namun tidak menyelesaikannya karena fokus pada kegiatan sosial dan politik.

Pada tahun 1996, ia mendirikan Partai Rakyat Demokratik (PRD) di Yogyakarta. Partai ini menjadi wadah perlawanan terhadap pemerintahan Orde Baru.

Keterlibatannya dalam peristiwa Kerusuhan 27 Juli 1996 (Kudatuli) membuatnya dipenjara selama 13 tahun. Namun, ia mendapat amnesti dari Presiden Abdurrahman Wahid dan hanya menjalani hukuman 3,5 tahun.

Setelah bebas, Budiman melanjutkan pendidikan di London University dan Cambridge University. Ia meraih gelar sarjana ilmu politik dan master hubungan internasional.

Kembalinya ke Indonesia ditandai dengan bergabungnya ke PDIP pada tahun 2004. Ia juga mendirikan Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), sayap partai PDIP.

Karier Politik dan Kiprah di DPR RI

Budiman dua kali terpilih sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah VII. Ia menjabat periode 2010-2014 dan 2014-2019.

Di DPR, ia bertugas di Komisi II yang menangani pemerintahan dalam negeri, otonomi daerah, aparatur negara, dan agraria.

Salah satu kontribusinya adalah menjadi inisiator RUU Desa. Ia dikenal sebagai sosok yang vokal dan kritis.

Keanggotaannya di DPR menandai puncak karier politiknya sebelum deklarasi dukungan kepada Prabowo Subianto.

Dampak Deklarasi Dukungan dan Pemecatan

Deklarasi dukungan Budiman kepada Prabowo Subianto mengejutkan banyak pihak. Tindakan ini dianggap sebagai pengkhianatan oleh sebagian kader PDIP.

Reaksi atas deklarasi tersebut beragam, mulai dari kritikan tajam hingga analisis politik yang mendalam. Beberapa pihak menilai langkah Budiman sebagai strategi politik.

Pemecatannya dari PDIP secara resmi telah diumumkan. Hal ini menandai berakhirnya perjalanan panjang Budiman sebagai kader partai tersebut.

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan mengenai implikasi politik lebih lanjut, baik bagi Budiman maupun bagi PDIP sendiri menjelang Pemilu 2024.

Ke depan, publik menantikan langkah Budiman setelah dipecat dari PDIP. Masih belum jelas bagaimana deklarasinya akan memengaruhi peta politik nasional.

Perjalanan hidup Budiman Sudjatmiko merupakan cerminan dinamika politik Indonesia. Dari aktivis yang menentang otoritarianisme hingga politisi yang terjerat kontroversi, kisahnya menarik untuk dikaji dan dipelajari. Pengalaman dan perjalanannya memberikan perspektif yang kompleks tentang politik Indonesia.

Also Read

Tags

Leave a Comment