Deepfake Khofifah: 100 Korban, 3 Pelaku Penipu Ditangkap

Redaksi

Deepfake Khofifah: 100 Korban, 3 Pelaku Penipu Ditangkap
Sumber: Detik.com

Polisi Jawa Timur berhasil mengungkap kasus penipuan online yang memanfaatkan teknologi deepfake. Tiga tersangka telah ditangkap karena menyebarkan video palsu Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang menawarkan motor murah.

Kejahatan ini menargetkan lebih dari 100 korban yang tertipu oleh video manipulasi berteknologi kecerdasan buatan (AI) tersebut. Modus operandi para tersangka dan kronologi penangkapannya menjadi sorotan.

Tersangka dan Modus Operandi Penipuan Deepfake

Ketiga tersangka, berinisial HMP (22), AH (34), dan UP (24), berasal dari Pangandaran, Jawa Barat. Mereka ditangkap setelah adanya laporan dari Dinas Kominfo Jatim pada 14 April 2025.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Nanang Avianto, menjelaskan bahwa laporan tersebut terkait dugaan tindak pidana ITE dan manipulasi video di wilayah hukum Polda Jatim.

Video deepfake yang disebar menampilkan Gubernur Khofifah menawarkan sepeda motor dengan harga sangat murah, hanya Rp 500.000. Hal ini digunakan sebagai umpan untuk menjerat korban.

Setelah korban tertarik, mereka diarahkan untuk menghubungi nomor WhatsApp admin yang dikelola tersangka AH atau melalui pesan TikTok yang dipegang tersangka UP. Dari situlah proses penipuan berlanjut.

Kronologi Penipuan dan Jumlah Korban

Para korban yang tertipu kemudian diarahkan untuk melakukan transaksi pembelian motor. Mereka diminta untuk mentransfer uang sejumlah tertentu.

Para tersangka diketahui telah menjalankan aksi penipuan ini selama tiga bulan. Jumlah korban yang tercatat mencapai 100 orang.

Kasubdit II Siber Ditressiber Polda Jatim, AKBP Nandu Dyanata, memimpin penyelidikan dan penyidikan yang akhirnya berbuah penangkapan para tersangka.

Setelah menerima laporan dari Dinas Kominfo Pemprov Jawa Timur, polisi langsung melakukan serangkaian penyelidikan. Bukti digital dan kesaksian korban menjadi kunci pengungkapan kasus ini.

Dampak dan Pencegahan Kasus Deepfake

Kasus ini menunjukkan betapa bahayanya teknologi deepfake jika disalahgunakan. Kemampuan AI untuk memanipulasi video dengan sangat meyakinkan membuat masyarakat rentan terhadap penipuan.

Pentingnya literasi digital bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penipuan online semakin ditekankan.

Pengembangan teknologi deteksi deepfake juga menjadi krusial untuk mencegah kasus serupa terulang. Kerja sama antara penegak hukum, platform media sosial, dan pengembang teknologi sangat dibutuhkan.

Selain itu, edukasi publik mengenai cara mengenali dan menghindari video deepfake perlu ditingkatkan. Hal ini akan membantu mengurangi jumlah korban penipuan serupa di masa mendatang.

Keberhasilan penangkapan para tersangka menjadi langkah penting dalam memerangi kejahatan siber yang memanfaatkan teknologi AI. Namun, pengawasan dan pencegahan tetap perlu ditingkatkan secara berkelanjutan untuk melindungi masyarakat dari ancaman serupa.

Kasus ini juga menjadi pengingat akan pentingnya verifikasi informasi sebelum mempercayainya, terutama informasi yang berkaitan dengan tawaran yang terkesan terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.

Also Read

Tags

Leave a Comment