Sebuah perusahaan di China menuai kecaman setelah tindakan disiplinnya terhadap karyawan yang dianggap melanggar aturan perusahaan viral di media sosial. Perusahaan tersebut, Lixun Diansheng yang berlokasi di Shenzhen, memajang foto karyawan yang sedang berada di toilet sebagai bentuk hukuman dan peringatan.
Tindakan kontroversial ini menimbulkan perdebatan sengit di dunia maya, memicu pertanyaan tentang etika perusahaan dan hak-hak pekerja. Bagaimana sebuah perusahaan bisa sampai melakukan tindakan yang dinilai melanggar privasi karyawannya?
Hukuman Tak Lazim: Memajang Foto Karyawan di Toilet
Lixun Diansheng, perusahaan yang bergerak di bidang yang belum dijelaskan lebih lanjut, menetapkan kebijakan unik untuk mengatasi masalah karyawan yang dianggap menghabiskan terlalu banyak waktu istirahat di toilet. Mereka mencetak dan memajang foto karyawan yang dinilai bersalah di dinding kamar mandi.
Alasannya? Para karyawan tersebut diduga memanfaatkan waktu istirahat untuk merokok atau bermain game di ponsel. Pihak perusahaan mengklaim telah memberikan peringatan sebelumnya, namun karyawan tetap mengulangi perbuatannya.
Seorang karyawan bahkan mengambil inisiatif untuk memotret rekan-rekannya yang sedang berada di toilet dari atas menggunakan tangga. Foto-foto inilah yang kemudian dicetak dan dipajang sebagai bentuk peringatan. Tindakan ini dinilai sebagian besar pihak sebagai pelanggaran privasi yang serius.
Pelanggaran Privasi dan Kritik Publik
Pengacara dari firma hukum Celue mengecam tindakan Lixun Diansheng. Ia berpendapat bahwa perusahaan tidak memiliki hak untuk memantau karyawan secara terus-menerus, apalagi dengan cara yang tidak etis dan ilegal.
Tindakan perusahaan tersebut dianggap melanggar privasi karyawan dan merupakan bentuk perlakuan yang tidak manusiawi. Banyak netizen juga mengecam tindakan perusahaan tersebut dan menyatakan bahwa hak asasi manusia para karyawan diabaikan.
Meskipun postingan foto-foto tersebut telah dihapus, hujatan terhadap Lixun Diansheng masih terus berlanjut di media sosial. Banyak yang mempertanyakan metode pengawasan dan disiplin yang digunakan perusahaan tersebut.
Konsekuensi dan Implikasi Hukum
Tindakan Lixun Diansheng telah memicu perdebatan tentang batas-batas pengawasan karyawan dan implikasinya terhadap hukum ketenagakerjaan di China. Apakah metode yang mereka gunakan termasuk dalam kategori pelanggaran hukum?
Meskipun karyawan yang bersalah memang terbukti melanggar aturan perusahaan, metode yang dipilih perusahaan untuk memberikan hukuman dinilai sangat tidak tepat dan tidak proporsional. Perusahaan seharusnya mengutamakan dialog dan pendekatan yang lebih humanis.
Kasus ini menjadi pembelajaran bagi perusahaan lain agar lebih bijak dalam menerapkan kebijakan disiplin karyawan dan selalu mengutamakan hak-hak asasi manusia. Mempermalukan karyawan di depan umum bukanlah solusi yang tepat, bahkan dapat berujung pada masalah hukum yang serius.
Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan mendalam mengenai keseimbangan antara menegakkan disiplin dan menghormati hak-hak privasi karyawan. Kejadian ini diharapkan dapat mendorong pembahasan yang lebih luas tentang budaya kerja yang lebih sehat dan etis di tempat kerja.
Ke depan, diharapkan perusahaan-perusahaan akan lebih memperhatikan aspek kemanusiaan dan hukum dalam menegakkan disiplin. Metode yang lebih konstruktif dan menghargai martabat karyawan perlu diadopsi demi terciptanya lingkungan kerja yang produktif dan harmonis.




