Garmin meluncurkan dua perangkat terbaru di pertengahan Juni 2025: Garmin Index Sleep Monitor, gelang pintar khusus untuk memantau kualitas tidur, dan Garmin Venu X1, smartwatch premium yang siap bersaing dengan Apple Watch Ultra 2. Kedua perangkat ini menawarkan fitur-fitur menarik dengan fokus yang berbeda, menunjukkan komitmen Garmin dalam menyediakan solusi teknologi kesehatan dan kebugaran yang komprehensif.
Garmin Index Sleep Monitor: Gelang Pintar yang Fokus pada Kualitas Tidur
Garmin Index Sleep Monitor hadir dengan desain yang unik. Berbeda dari gelang pintar pada umumnya, perangkat ini memiliki bodi lebar tanpa layar, menyerupai wristband atlet.
Gelang ini dipasang di lengan, bukan pergelangan tangan. Hal ini dirancang untuk memaksimalkan akurasi data yang dikumpulkan.
Perangkat ini terdiri dari dua bagian utama: gelang nilon/spandex yang dapat dicuci dengan mesin cuci dan kepingan sensor yang dapat dilepas pasang.
Ukuran gelang dapat disesuaikan. Tersedia dua ukuran: S/M (20 cm – 29 cm) dan L/XL (26 cm – 42 cm).
Sensor yang tertanam meliputi sensor detak jantung optis, sensor SpO2 (oksigen darah), sensor suhu kulit, dan pemantau kesehatan wanita.
Sensor suhu kulit digunakan untuk analisis siklus menstruasi, termasuk prediksi periode dan ovulasi.
Data tidur yang dikumpulkan meliputi tahapan tidur, skor tidur, HRV (variabilitas detak jantung), dan variasi pernapasan.
Data tersebut disinkronkan ke ponsel atau smartwatch Garmin melalui aplikasi Garmin Connect.
Gelang ini juga dilengkapi alarm getar. Baterainya diklaim dapat bertahan hingga tujuh hari.
Harganya dibanderol 169,99 dollar AS (sekitar Rp 2,7 juta).
Garmin Venu X1: Penantang Baru Apple Watch Ultra 2
Garmin Venu X1 merupakan smartwatch premium dengan layar AMOLED persegi 2 inci.
Ukuran layar ini lebih besar dari Apple Watch Ultra 2 (1,9 inci), menawarkan tampilan yang lebih lega.
Desainnya unik bagi Garmin, dengan case kotak bersudut membulat, berbeda dari desain bulat khas seri Fenix atau Forerunner.
Meskipun layarnya besar, ketebalan bodinya hanya 8 mm, lebih tipis dari Apple Watch Ultra 2 (14,4 mm).
Bodinya terbuat dari titanium, dengan lensa safir anti gores. Tali nilon 24 mm dilengkapi sistem quick-release ComfortFit.
Tersedia dalam dua warna: hitam dan hijau gelap (Moss).
Baterainya tahan hingga 8 hari dalam mode smartwatch biasa, dan 2 hari jika always-on display diaktifkan.
Ini lebih unggul dari Apple Watch Ultra 2 yang hanya bertahan sekitar 1,5 hari.
Meskipun kalah dari Garmin Fenix 8 AMOLED dalam hal daya tahan baterai, Venu X1 menawarkan keseimbangan antara fitur lifestyle dan kebugaran.
Fitur-fitur yang ditawarkan meliputi lebih dari 100 profil aktivitas olahraga, sensor detak jantung Elevate v5, pemantau saturasi oksigen darah, dan peta warna penuh.
Venu X1 juga dilengkapi speaker dan mikrofon untuk panggilan langsung dari pergelangan tangan.
Pengguna juga dapat membalas pesan teks menggunakan asisten suara ponsel.
Namun, Venu X1 belum didukung GPS multi-band.
Perbandingan dan Kesimpulan
Kedua perangkat Garmin ini menunjukkan strategi perusahaan untuk merangkul pasar yang lebih luas. Garmin Index Sleep Monitor fokus pada segmen yang membutuhkan pemantauan tidur yang detail, sementara Garmin Venu X1 menyasar pengguna yang menginginkan smartwatch premium dengan fitur komprehensif dan daya tahan baterai yang baik, sekaligus menjadi kompetitor yang kuat di pasar smartwatch kelas atas. Peluncuran kedua produk ini menegaskan komitmen Garmin untuk terus berinovasi dan memenuhi kebutuhan beragam konsumen dalam dunia kesehatan dan kebugaran.





