Gen Z Ikuti Gaya Steve Jobs: Rahasia Sukses Ekonomi?

Redaksi

Tren berbusana di kalangan anak muda, khususnya Gen Z, belakangan ini menarik perhatian. Alih-alih mengeksplorasi gaya berpakaian yang beragam dan stylish untuk bekerja, banyak yang memilih pendekatan minimalis dan seragam, terinspirasi oleh gaya ikonik mendiang Steve Jobs.

Fenomena ini bukan sekadar tren mode semata, melainkan cerminan dari kondisi ekonomi dan psikologis generasi muda saat ini. Pilihan untuk tampil sederhana dan praktis ternyata memiliki beberapa alasan mendalam yang patut dikaji.

Steve Jobs: Inspirasi Gaya Minimalis di Tempat Kerja

Steve Jobs, pendiri Apple, dikenal dengan gaya berpakaiannya yang khas: turtleneck hitam, jeans Levi’s 501, dan sneakers New Balance. Kesederhanaan dan konsistensi gaya ini menjadi inspirasi bagi banyak orang, termasuk Gen Z.

Gaya “Steve Jobs-coded” ini bukan hanya soal efisiensi waktu. Dengan memilih pakaian yang sama setiap hari, mereka menghindari kebingungan memilih outfit di pagi hari dan menghemat energi mental.

Dampak Pandemi dan Ketidakpastian Ekonomi

Pandemi Covid-19 turut berperan dalam membentuk tren ini. Banyak anak muda terbiasa bekerja dari rumah dengan pakaian santai, bahkan piyama. Transisi kembali ke lingkungan kerja formal menjadi tantangan tersendiri.

Menurut Eloise Skinner, seorang psychotherapist dan founder Purpose Workshop, ketidakpastian ekonomi juga menjadi faktor pendorong. Ketakutan akan PHK dan inflasi membuat banyak Gen Z memilih keamanan dan kesederhanaan dalam berpakaian.

Amanda Augustine, seorang coach karier, menambahkan bahwa struktur dan rutinitas dalam berpakaian memberikan rasa nyaman di tengah ketidakpastian karier. Hal ini juga diamini oleh Jay Schottenstein, CEO American Eagle Outfitters, yang melihat tren ini sebagai respon terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi.

Generasi Gen Z dan Kesederhanaan

Gen Z cenderung memilih pakaian yang sederhana, rapi, dan tidak berisiko dalam lingkungan kerja baru. Mereka menghindari pakaian yang terlalu mencolok atau atraktif agar dapat beradaptasi dengan mudah.

Hal ini khususnya berlaku bagi mereka yang kurang memiliki pengalaman kerja di kantor akibat pandemi dan bekerja secara hybrid.

Menyesuaikan Gaya “Steve Jobs-coded”

Tren “Steve Jobs-coded” tidak berarti harus meniru gaya Steve Jobs secara persis. Gen Z dapat menyesuaikannya dengan selera dan estetika masing-masing, tetap dengan prinsip kesederhanaan dalam desain, potongan, dan warna.

Dengan demikian, mereka tetap dapat mengekspresikan diri tanpa harus khawatir tentang tekanan untuk tampil stylish setiap hari. Pilihan gaya berpakaian yang lebih praktis juga membantu mengontrol waktu dan mengurangi beban pikiran di tengah tuntutan pekerjaan dan ketidakpastian ekonomi.

Kesimpulannya, tren berpakaian minimalis ala Steve Jobs di kalangan Gen Z bukanlah sekadar tren mode sesaat. Ini mencerminkan adaptasi generasi muda terhadap perubahan lingkungan kerja pasca-pandemi dan ketidakpastian ekonomi. Kesederhanaan dalam berpakaian menjadi strategi untuk mengelola stres, menghemat waktu, dan menciptakan rasa aman di tengah ketidakpastian.

Dengan tetap mempertahankan prinsip kesederhanaan dan kenyamanan, Gen Z dapat fokus pada hal-hal yang lebih penting dalam karier dan kehidupan mereka. Tren ini menunjukkan bagaimana tren mode dapat mencerminkan kondisi sosial dan ekonomi yang lebih luas.

Also Read

Tags

Leave a Comment