Imam Ad-Darimi: Kisah Inspiratif Penyusun Kitab Shahih yang Luar Biasa

Redaksi

Imam Ad-Darimi: Kisah Inspiratif Penyusun Kitab Shahih yang Luar Biasa
Sumber: Pikiran-rakyat.com

Imam Ad-Darimi, sosok ulama hadis yang mungkin namanya kurang begitu populer dibandingkan Imam Al-Bukhari atau Imam Muslim, ternyata memiliki peran penting dalam sejarah perkembangan ilmu hadis. Beliau adalah salah satu guru dari dua Imam besar tersebut, menunjukkan kontribusi signifikannya terhadap khazanah keilmuan Islam. Kisah hidupnya yang penuh dedikasi dan perjalanan panjang dalam menuntut ilmu patut menjadi inspirasi. Lahir di Samarkand, Uzbekistan—kota bersejarah yang pernah ditaklukkan Alexander Agung—Imam Ad-Darimi tumbuh di lingkungan yang kaya akan ilmu pengetahuan.

Kehidupan dan Perjalanan Imam Ad-Darimi

Imam Ad-Darimi, bernama lengkap Abdullah bin Abdurrahman bin Al-Fadhil bin Bahram bin Abdusshamad At-Tamimi As-Samarkandi Ad-Darimi, lahir pada tahun 181 H. Kelahirannya bertepatan dengan wafatnya Imam Ibn Al-Mubarak, menurut keterangan Ishaq bin Ibrahim Al-Warraq dalam Sunan Ad-Darimi.

Ia tumbuh di tengah lingkungan yang dipenuhi ulama dan majelis ilmu. Meski begitu, keinginan Imam Ad-Darimi untuk memperdalam ilmu tak pernah padam.

Beliau melakukan perjalanan luas untuk menimba ilmu di berbagai kota penting, termasuk Baghdad, Kufah, Syam, Hijaz, dan Khurasan. Ia selektif memilih guru dan memastikan kesahihan riwayat hadis yang dipelajarinya.

Di antara guru-guru besarnya adalah Yazid ibn Harun, Abu Bakar ‘Abd Al-Kabir, dan Yahya bin Ma’in. Komitmennya pada ketelitian dan keakuratan menjadi ciri khas pendekatan keilmuannya.

Kepakaran dan Pengaruh Imam Ad-Darimi

Ketekunan dan kecerdasannya menjadikan Imam Ad-Darimi ulama yang disegani pada zamannya. Banyak pelajar dari berbagai penjuru datang untuk berguru kepadanya.

Nama-nama besar seperti Imam Al-Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Daud, dan Imam At-Tirmidzi pun termasuk di antara murid-muridnya. Hal ini membuktikan betapa besar pengaruh dan reputasi beliau dalam dunia hadis.

Selain empat Imam tersebut, banyak ulama lain yang belajar dari Imam Ad-Darimi, termasuk Al-Hasan bin Ash-Shabbah Al-Bazzar, dan Abd bin Humaid. Warisan keilmuannya terus hidup dan menginspirasi generasi penerus.

Karya-karya Imam Ad-Darimi

Imam Ad-Darimi meninggalkan sejumlah karya berharga bagi khazanah keilmuan Islam. Di antaranya adalah:

  • Al-Musnad
  • Al-Tafsir
  • Al-Jami’

Karya yang paling terkenal dan hingga kini masih dipelajari adalah *Al-Hadits Al-Musnad Al-Marfu’ wa Al-Mauquf wa Al-Maqtu’*, lebih dikenal dengan *Sunan Ad-Darimi* atau *Musnad Ad-Darimi*.

Kitab ini disusun berdasarkan tema-tema fikih, terdiri dari dua jilid, 23 kitab (pembahasan), dan memuat sekitar 3503 hadis. Perdebatan tentang penamaan kitab ini—Sunan atau Musnad—menunjukkan betapa penting dan berpengaruhnya karya ini dalam dunia hadis. As-Suyuti dalam *Tadrib Ar-Rawi* cenderung lebih condong pada sebutan Sunan.

Imam Ad-Darimi, meskipun kurang dikenal luas, merupakan tokoh penting dalam perkembangan ilmu hadis. Perjalanan hidupnya yang penuh dedikasi, ketelitian dalam memilih riwayat hadis, dan pengaruhnya terhadap para Imam besar hadis lainnya, menjadi bukti kontribusinya yang besar bagi dunia Islam. Warisan keilmuannya yang tertuang dalam berbagai karya, terutama *Sunan Ad-Darimi*, terus dipelajari dan dikaji hingga saat ini, menunjukkan kelanjutan pengaruhnya yang abadi.

Also Read

Tags

Leave a Comment