Duka cita menyelimuti dunia hiburan Indonesia atas berpulangnya aktris senior Kiki Fatmala. Kabar duka ini dikonfirmasi pada Jumat, 1 Desember 2023, saat beliau menghembuskan nafas terakhirnya di usia 56 tahun. Kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam, terutama bagi keluarga dan para penggemar yang mengenalnya melalui berbagai peran ikonik di layar lebar. Penyebab kematiannya dikonfirmasi sebagai komplikasi penyakit kanker paru-paru yang telah lama dideritanya.
Kiki Fatmala, yang namanya melekat dengan sejumlah film populer termasuk beberapa film Warkop DKI, pernah mengumumkan dirinya mengidap kanker paru stadium 4 pada November 2021. Diagnosis tersebut didapatkan setelah ia menjalani pemeriksaan kesehatan di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
Perjuangan Kiki Fatmala Melawan Kanker Paru
Setelah didiagnosis, Kiki Fatmala menjalani perawatan intensif di Singapura, yang meliputi radioterapi, kemoterapi, dan imunoterapi. Perjuangannya melawan penyakit tersebut sangat berat dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Pada April 2022, kabar gembira datang. Kiki Fatmala dinyatakan sembuh dari kanker paru-parunya. Sayangnya, komplikasi penyakit ini kembali muncul dan menyebabkan kepergiannya beberapa waktu lalu.
Mengenal Kanker Paru-Paru dan Faktor Risikonya
Kanker paru-paru merupakan salah satu jenis kanker paling mematikan di dunia. Merokok menjadi faktor risiko utama, dengan tingkat keparahan penyakit yang meningkat seiring lama dan intensitas merokok. Asap rokok mengandung zat karsinogen yang merusak jaringan paru-paru. Meskipun tubuh memiliki mekanisme perbaikan, paparan berulang menyebabkan kerusakan permanen dan meningkatkan risiko kanker.
Namun, penting untuk diingat bahwa kanker paru-paru juga dapat terjadi pada mereka yang tidak merokok. Paparan polusi udara, genetika, dan riwayat keluarga juga berkontribusi pada peningkatan risiko. Penting bagi kita untuk menerapkan gaya hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Jenis dan Komplikasi Kanker Paru-Paru
Secara umum, kanker paru-paru dibagi menjadi dua jenis utama berdasarkan tampilan sel kanker di bawah mikroskop: kanker paru-paru sel kecil dan kanker paru-paru non-sel kecil. Kanker paru-paru sel kecil lebih sering ditemukan pada perokok berat. Sementara kanker paru-paru non-sel kecil mencakup beberapa subtipe, seperti karsinoma sel skuamosa, adenokarsinoma, dan karsinoma sel besar.
Kanker paru-paru stadium lanjut sering menyebar ke organ lain, memicu berbagai komplikasi. Beberapa komplikasi umum antara lain:
Kesulitan Bernapas
Pertumbuhan sel kanker dapat menyumbat saluran udara atau menyebabkan penumpukan cairan di sekitar paru-paru, membuat pernapasan menjadi sulit.
Batuk Darah (Hemoptisis)
Kanker dapat menyebabkan pendarahan di saluran pernapasan, sehingga menyebabkan batuk darah. Kondisi ini bisa ringan hingga berat dan memerlukan penanganan medis segera.
Nyeri Tulang
Penyebaran kanker ke tulang dapat menyebabkan nyeri yang signifikan.
Penumpukan Cairan di Dada (Pleural Effusion)
Penumpukan cairan di sekitar paru-paru dapat menekan paru-paru dan menyebabkan sesak napas.
Kepergian Kiki Fatmala menyisakan duka yang mendalam, namun juga menjadi pengingat akan pentingnya gaya hidup sehat dan deteksi dini penyakit. Semoga kisah hidupnya menginspirasi kita semua untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan senantiasa menjalani hidup dengan penuh makna.





