Kolesterol Tinggi? Obat Wajib? Cek Ciri-Cirinya Disini!

Redaksi

Kolesterol Tinggi? Obat Wajib? Cek Ciri-Cirinya Disini!
Sumber: Liputan6.com

Tidak semua kasus kolesterol tinggi dapat diatasi hanya dengan olahraga dan pola makan sehat. Terkadang, diperlukan pengobatan tambahan untuk menurunkan kadar kolesterol, terutama jika sudah mencapai level tertentu atau disertai penyakit lain. Dr. Decsa Medika Hertanto, Sp.PD-KGH, dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi, menjelaskan beberapa ciri-ciri yang menunjukkan kebutuhan akan pengobatan kolesterol.

Kadar Kolesterol LDL Sangat Tinggi

Salah satu indikator utama perlunya pengobatan kolesterol adalah kadar LDL (kolesterol jahat) yang sangat tinggi. Biasanya, kadar LDL di atas 160 mg/dL dianggap tinggi, terutama jika tidak turun setelah menerapkan gaya hidup sehat. Dr. Decsa menekankan pentingnya kombinasi antara olahraga (kardio dan latihan beban), pola makan sehat, dan pengobatan jika kadar LDL sangat tinggi, apalagi jika terdapat penyakit penyerta.

“Kalau kolesterolmu tinggi banget dan ada penyakit komorbid, kombinasikan jalan kaki atau kardio, latihan beban, dengan obat penurun kolesterol,” ujar dr. Decsa.

Adanya Penyakit Komorbid

Kolesterol tinggi yang disertai penyakit lain (komorbid) seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, atau gangguan ginjal memerlukan penanganan lebih serius. Kehadiran komorbid meningkatkan risiko komplikasi serius jika kadar kolesterol tidak segera diturunkan secara signifikan.

Pengobatan kolesterol menjadi bagian penting dalam penanganan jika terdapat komorbid. Dr. Decsa menjelaskan, “Kalau ada komorbid seperti hipertensi, diabetes, atau ginjal, obat menjadi bagian penting dari penanganan.”

Gaya Hidup Sehat Tidak Memberikan Efek Signifikan

Meskipun perubahan gaya hidup (olahraga teratur, pola makan sehat, tidur cukup, dan manajemen stres) sangat penting, jika kadar kolesterol tetap tinggi setelah menerapkannya, pengobatan menjadi langkah selanjutnya.

Ini berarti pengobatan bukan langkah pertama, tetapi menjadi penting ketika perubahan gaya hidup saja tidak cukup efektif menurunkan kolesterol. Dr. Decsa menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter jika perubahan gaya hidup tidak memberikan hasil yang signifikan.

Riwayat Keluarga dengan Penyakit Jantung atau Kolesterol Tinggi

Faktor genetik berperan penting dalam kadar kolesterol. Riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi atau penyakit jantung meningkatkan risiko dan memerlukan penanganan lebih agresif, termasuk pengobatan.

Hiperkolesterolemia familial, kondisi kolesterol tinggi yang diturunkan secara genetik, seringkali membutuhkan lebih dari sekedar perubahan gaya hidup.

Usia dan Risiko Kardiovaskular Meningkat

Seiring bertambahnya usia, risiko penumpukan plak di pembuluh darah meningkat. Ini berujung pada peningkatan risiko serangan jantung atau stroke.

Pemeriksaan risiko kardiovaskular yang menunjukkan nilai tinggi dapat menjadi indikasi penggunaan obat statin atau sejenisnya.

Jangan Asal Minta Obat

Meskipun penting dalam kasus tertentu, perlu diingat bahwa pengobatan kolesterol bukanlah langkah pertama. Perubahan gaya hidup sehat harus diprioritaskan.

Dr. Decsa mengingatkan agar masyarakat tidak langsung meminta obat sebelum menjalani perubahan gaya hidup sehat. “Jangan kebalik pokoknya. Dok minta obat padahal belum melakukan pola hidup sehat yang baik,” tegasnya.

Jenis-Jenis Obat Kolesterol yang Umum Digunakan

Beberapa jenis obat kolesterol umum digunakan, antara lain statin, asam empedu sekuestran, fibrat, dan inhibitor PCSK9.

Masing-masing memiliki mekanisme kerja yang berbeda dalam menurunkan kadar kolesterol. Pemilihan jenis obat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan individu.

  • Statin: Golongan obat paling umum dan efektif untuk menurunkan LDL. Contohnya atorvastatin, simvastatin, dan pravastatin. Efek samping meliputi sakit kepala, nyeri otot, gangguan pencernaan, dan gangguan tidur.
  • Asam Empedu Sekuestran: Mengikat asam empedu di usus, mencegah penyerapan kembali kolesterol. Efek samping umum adalah sembelit.
  • Fibrat: Menurunkan trigliserida dan meningkatkan HDL. Contohnya gemfibrozil dan fenofibrate. Efek samping meliputi gangguan pencernaan dan nyeri otot.
  • Inhibitor PCSK9: Obat baru yang sangat efektif menurunkan LDL, terutama bagi pasien yang tidak merespon statin. Relatif mahal.

Konsultasi dengan dokter sangat penting untuk menentukan jenis dan dosis obat yang tepat. Pengobatan kolesterol harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu dan selalu diimbangi dengan gaya hidup sehat. Dengan pendekatan yang komprehensif, risiko komplikasi akibat kolesterol tinggi dapat diminimalisir.

Also Read

Tags

Leave a Comment