Mengenal KH Abdullah Kafabihi Mahrus, Pengasuh Pesantren Lirboyo

Redaksi

Mengenal KH Abdullah Kafabihi Mahrus, Pengasuh Pesantren Lirboyo
Sumber: Pikiran-rakyat.com

Pondok Pesantren Lirboyo: Sejarah, Kepemimpinan Buya Kafa, dan Warisan Ahlussunnah Wal Jamaah

Pondok Pesantren Lirboyo, sebuah lembaga pendidikan Islam ternama di Kediri, Jawa Timur, telah berdiri kokoh sejak tahun 1910. Jauh sebelum Indonesia merdeka, pesantren ini telah menjadi pusat studi Islam yang berpengaruh dan berperan besar dalam perkembangan keislaman di Indonesia. Nama Lirboyo sendiri diambil dari nama desa tempat berdirinya pesantren, sebuah desa yang terletak di sebelah barat Sungai Brantas, kaki Gunung Wilis.

Pesantren ini telah melahirkan banyak ulama dan tokoh penting bagi bangsa Indonesia. Hingga kini, Lirboyo tetap menjadi salah satu pesantren terbesar dan terkemuka di Indonesia, dikenal dengan keteguhannya dalam memegang teguh ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah.

Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Lirboyo

KH. Abdul Karim, yang lebih dikenal dengan sebutan Mbah Karim, adalah tokoh kunci di balik berdirinya Pondok Pesantren Lirboyo. Beliaulah yang mendirikan dan memberi nama lembaga pendidikan ini pada tahun 1910. Pesantren ini kemudian berkembang pesat dan menjadi pusat pembelajaran agama Islam yang berpengaruh.

Lokasi pesantren yang strategis di Desa Lirboyo, Kediri, memudahkan akses bagi santri dari berbagai daerah. Keberadaan pesantren ini pun berkontribusi signifikan terhadap perkembangan pendidikan dan keagamaan di wilayah sekitarnya.

Kepemimpinan KH. Abdullah Kafabihi Mahrus (Buya Kafa)

Saat ini, Pondok Pesantren Lirboyo dipimpin oleh KH. Abdullah Kafabihi Mahrus, yang akrab disapa Buya Kafa. Lahir di Kediri pada 2 September 1960, beliau merupakan putra ke-12 dari 14 bersaudara pasangan KH. Mahrus Aly dan Ny. Hj. Zainab.

Buya Kafa adalah cucu dari pendiri Pondok Pesantren Lirboyo, KH. Abdul Karim. Ia tinggal di Pondok Unit HMC, Jl. KH. Abdul Karim, Desa Lirboyo, Kota Kediri.

Pendidikan dan Pengalaman Buya Kafa

Buya Kafa menempuh pendidikan di Madrasah Hidayatul Mubtadien, Pondok Pesantren Lirboyo. Setelah lulus, beliau melanjutkan studi ke Pondok Pesantren Al-Fadllu Kaliwungu, Kendal, di bawah bimbingan KH. Dimyathi Ro’is.

Metode pengajaran KH. Dimyathi Ro’is yang unik, di mana beliau mengajarkan Al-Quran di berbagai tempat, bahkan di sawah dan kolam, memberikan pengalaman tak terlupakan bagi Buya Kafa. Pengalaman ini membentuk karakter dan keilmuannya yang mendalam.

Amanah Kepemimpinan dan Pengabdian Buya Kafa

Pada usia relatif muda, sekitar 25 tahun, Buya Kafa diberi amanah besar untuk meneruskan perjuangan ayahnya, KH. Mahrus Aly, memimpin Pondok Pesantren Lirboyo. KH. Dimyathi Ro’is sendiri yang menyampaikan hal ini kepada Buya Kafa, setelah keduanya berziarah ke makam Sunan Ampel.

Buya Kafa telah menunjukkan dedikasi dan komitmennya dalam memimpin pesantren. Ia juga aktif dalam berbagai organisasi, seperti PCNU Kota Kediri, PBNU, dan MUI Kota Kediri. Kini, beliau juga menjabat sebagai Rektor Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri.

Kehidupan Pribadi Buya Kafa

Buya Kafa menikah dengan Ny. Hj. Azzah Nur Laila, seorang wanita shalehah dari Cirebon, yang dipilih oleh KH. Mahrus Aly sebagai menantunya. Pernikahan mereka yang dilangsungkan pada 30 September 1985, dikaruniai kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warrohmah.

Kesederhanaan dan kesopanan Buya Kafa tampak dalam kehidupan sehari-harinya. Beliau konsisten tidak mengenakan celana, tetap mengenakan sarung sebagai identitas keislaman dan kesatuan dengan Pondok Pesantren Lirboyo.

Warisan dan Pengaruh Pondok Pesantren Lirboyo

Pondok Pesantren Lirboyo telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan Islam di Indonesia, khususnya dalam menjaga dan melestarikan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah. Pesantren ini telah melahirkan banyak ulama, kyai, dan tokoh masyarakat yang berperan penting dalam berbagai bidang.

Kepemimpinan Buya Kafa melanjutkan tradisi tersebut dengan mengedepankan nilai-nilai agama dan kearifan lokal. Beliau dikenal sebagai sosok yang tenang, sabar, dan bijaksana dalam memimpin pesantren dan berinteraksi dengan masyarakat.

  • Pengaruh Pondok Pesantren Lirboyo terlihat dari banyaknya alumni yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan di luar negeri. Mereka menjadi tokoh agama, pendidik, dan pemimpin di berbagai bidang.
  • Komitmen Pondok Pesantren Lirboyo pada ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah menjadi ciri khas dan kekuatan pesantren ini. Ajaran ini diteruskan dan dikembangkan oleh para kyai dan santri di pesantren.
  • Modernisasi tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi juga menjadi strategi Pondok Pesantren Lirboyo. Pesantren terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akhlak dan ajaran Islam yang benar.

Pondok Pesantren Lirboyo di bawah kepemimpinan Buya Kafa terus berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat. Komitmen untuk menjaga tradisi keilmuan dan keagamaan serta adaptasi terhadap perkembangan zaman menjadi kunci keberhasilan pesantren ini. Semoga warisan dan pengaruh Pondok Pesantren Lirboyo akan terus berkembang dan menginspirasi generasi mendatang.

Also Read

Tags

Leave a Comment