Lima tahun berlalu, keberadaan Harun Masiku, buron kasus korupsi, masih menjadi misteri. Kemunculan namanya kembali dalam sidang kasus korupsi Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, membuat teka-teki ini semakin menarik perhatian publik. Kesaksian seorang penyelidik KPK yang mengaku mengetahui keberadaan Harun Masiku memicu reaksi dari mantan pegawai KPK, termasuk Novel Baswedan.
Novel Baswedan mengungkapkan pernah mengajukan diri untuk menangkap Harun Masiku saat masih bertugas sebagai penyidik di KPK. Namun, tawarannya ditolak oleh Firli Bahuri, yang kala itu menjabat sebagai pimpinan KPK.
Novel Baswedan Ditawarkan Tangkap Harun Masiku, Ditolak Firli Bahuri
Novel Baswedan menyatakan tawarannya untuk menangkap Harun Masiku disampaikan pada tahun 2021. Saat itu, ia dan sejumlah pegawai KPK lain tengah menghadapi proses TWK (Tes Wawasan Kebangsaan) yang kontroversial.
Ia menyebut penolakan Firli Bahuri terhadap tawarannya tidak direspons. Keengganan ini, menurut Novel, menunjukkan ketidaksetujuan Firli terhadap penangkapan Harun Masiku.
Tim yang menawarkan diri untuk menangkap Harun Masiku, termasuk Novel, kemudian disingkirkan melalui TWK. Sebanyak 57 pegawai KPK diberhentikan akibat tidak lolos TWK pada tahun 2021.
Optimisme Penangkapan Harun Masiku Setelah Firli Bahuri Lengser
Novel Baswedan meyakini Harun Masiku tidak akan ditangkap selama Firli Bahuri masih memimpin KPK. Ia berharap pergantian pimpinan KPK dapat memberikan titik terang dalam kasus tersebut.
Novel menekankan pentingnya penangkapan Harun Masiku sesegera mungkin. Ia menghubungkan kegagalan penangkapan sebelumnya dengan kepemimpinan Firli Bahuri.
Menanggapi pernyataan penyelidik KPK yang mengaku mengetahui keberadaan Harun Masiku, Novel mendesak agar penangkapan segera dilakukan. Semua buronan, termasuk Harun Masiku, harus ditangkap.
Tanggapan KPK atas Tudingan Novel Baswedan
KPK menegaskan kembali komitmennya untuk terus memburu Harun Masiku. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menanggapi pernyataan Novel Baswedan.
Penangkapan Harun Masiku dianggap penting untuk menyelesaikan kasus dan memberikan kepastian hukum. KPK juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang mendukung penanganan kasus ini.
Pernyataan KPK ini menekankan keseriusan lembaga tersebut dalam menangani kasus Harun Masiku, meskipun terdapat perbedaan pendapat dengan Novel Baswedan.
Kesimpulannya, kasus Harun Masiku tetap menjadi sorotan publik. Pernyataan Novel Baswedan yang menuduh Firli Bahuri menghalangi penangkapannya menimbulkan pertanyaan tentang proses penegakan hukum di KPK. Pergantian kepemimpinan KPK diharapkan dapat memberikan solusi atas kasus ini dan memberikan keadilan bagi semua pihak. Keberadaan dan penangkapan Harun Masiku tetap menjadi perhatian utama.





