Oscar Piastri, pembalap muda McLaren, menorehkan sejarah di Grand Prix Hungaria. Kemenangannya di Circuit Hungaroring, Budapest, menobatkannya sebagai pembalap termuda kedelapan yang meraih kemenangan di ajang bergengsi Formula 1. Prestasi ini sekaligus mengukuhkannya sebagai pembalap F1 pertama yang lahir di abad ke-21.
Kemenangan dramatis Piastri diwarnai dengan keputusan strategis tim yang menegangkan. Ia harus bersaing ketat dengan rekan setimnya, Lando Norris, yang memulai balapan dari posisi pole position.
Start Dahsyat dan Strategi Tim yang Krusial
Piastri menunjukkan kemampuan luar biasa sejak awal balapan. Ia mempertahankan posisi kedua dari tekanan Norris dan memimpin sebagian awal balapan. Namun, strategi McLaren justru membuat Norris memimpin sementara. Hal ini dilakukan untuk melindungi Piastri dari serangan pembalap lain.
McLaren melakukan pit stop kedua kepada Piastri, menciptakan momen tegang. Norris tampak ragu untuk mematuhi perintah tim agar memberikan kembali posisi memimpin kepada Piastri. Keputusan ini memicu perdebatan emosional antara Norris dan insinyur balapnya, Will Joseph, mengenai etika pergantian posisi.
Pergantian Posisi dan Kemenangan Perdana
Pertukaran posisi antara Piastri dan Norris akhirnya terjadi dua putaran sebelum balapan berakhir. Piastri kemudian melaju kencang dan berhasil memenangkan Grand Prix pertamanya. Kemenangan ini semakin manis karena ia sebelumnya juga telah memenangkan Sprint di Qatar pada tahun 2023.
“Ini sangat istimewa,” ungkap Piastri yang berusia 23 tahun penuh sukacita. Ia mengaku telah memimpikan momen ini sejak kecil. Piastri juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada tim McLaren atas dukungan dan mobil yang fantastis.
Masa Depan Cerah bagi McLaren dan Piastri
Dengan kemenangan ini, McLaren berhasil meraih posisi satu-dua, menunjukkan performa mobil yang sangat kompetitif. Kedua mobil McLaren finis hampir 15 detik di depan Lewis Hamilton. Kemenangan ini juga membuat McLaren melesat ke posisi kedua klasemen tim, hanya tertinggal 51 poin dari Red Bull.
Piastri optimis menatap balapan berikutnya di Spa-Francorchamps. Ia pernah meraih posisi kedua di Sprint di sirkuit tersebut tahun lalu. Kecepatan dan konsistensi McLaren, menurut Piastri, memberikan kepercayaan diri yang tinggi untuk bersaing di berbagai sirkuit dan kondisi. McLaren telah membuktikan kecepatannya di berbagai sirkuit dan kondisi sepanjang musim ini.
Dengan raihan 43 poin dari Budapest, sementara Red Bull hanya meraih 16 poin, McLaren berhasil menyalip Ferrari di klasemen konstruktor. Ini menjadi bukti nyata peningkatan performa tim McLaren secara signifikan. Keberhasilan ini menjadi momentum penting bagi Piastri dan McLaren untuk menghadapi sisa musim balap F1. Keberhasilan tim ini menjadi pertanda persaingan yang semakin ketat di puncak klasemen.





