Menjelang Idul Adha, umat Muslim di seluruh dunia bersiap melaksanakan ibadah kurban. Ibadah mulia ini sarat nilai spiritual dan menjadi momen berbagi. Namun, kesehatan hewan kurban seringkali menjadi perhatian utama. Pemilihan hewan yang sehat dan layak kurban sangat penting untuk menjamin aspek kesehatan dan keabsahan ibadah.
Pemerintah Kota Bengkulu telah mengeluarkan imbauan penting terkait hal ini. Imbauan tersebut menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit menular seperti Jembrana dan PMK (Penyakit Mulut dan Kuku). Hal ini bertujuan untuk melindungi kesehatan masyarakat dan memastikan kelancaran pelaksanaan ibadah kurban.
Pentingnya Memperhatikan Kesehatan Hewan Kurban
Kesehatan hewan kurban merupakan aspek krusial yang tak boleh diabaikan. Hewan yang sakit, khususnya yang menunjukkan gejala penyakit menular, tidak layak dikurbankan. Ini bukan hanya soal syariat, tetapi juga demi kesehatan masyarakat yang akan mengonsumsi dagingnya.
Memilih hewan sehat adalah bentuk penghormatan terhadap ibadah kurban. Ibadah ini merupakan wujud ketaatan dan pengabdian kepada Allah SWT. Oleh karena itu, persembahan terbaik, yaitu hewan yang sehat dan bebas penyakit, sangatlah penting.
Mengonsumsi daging hewan sakit berisiko bagi kesehatan manusia. Beberapa penyakit hewan dapat menular ke manusia (zoonosis). Risikonya beragam, dari gangguan pencernaan hingga penyakit serius. Kehati-hatian dalam memilih hewan kurban sangatlah penting sebagai langkah preventif.
Ciri-ciri Hewan Kurban yang Sehat
Untuk memastikan kesehatan hewan kurban, perhatikan beberapa ciri fisik. Ciri-ciri ini dapat menjadi panduan awal sebelum membeli.
- Mata hewan harus cerah dan tidak sayu. Kondisi mata yang sayu bisa mengindikasikan adanya penyakit.
- Hidung hewan harus basah, tetapi tidak mengeluarkan lendir kental. Lendir kental bisa menjadi tanda infeksi.
- Hewan yang sehat memiliki nafsu makan baik dan terlihat aktif. Hewan lesu patut dicurigai.
- Perhatikan juga apakah ada luka atau cacat fisik yang signifikan. Luka terbuka bisa mengindikasikan infeksi.
Selain ciri fisik, perhatikan perilaku hewan. Hewan sehat biasanya lincah dan responsif. Hindari hewan yang lemas, lesu, atau diare.
Jika memungkinkan, mintalah bantuan dokter hewan. Mereka dapat mendeteksi penyakit atau kelainan yang mungkin tak terlihat oleh orang awam. Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) menjadi bukti pemeriksaan dokter hewan.
Ragam Penyakit pada Hewan Kurban yang Perlu Diwaspadai
Beberapa penyakit hewan dapat membahayakan manusia. Penyakit-penyakit ini dapat menurunkan kualitas daging dan berisiko menular.
- Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sangat menular dan menyebabkan luka di mulut dan kaki hewan. Penyakit ini perlu diwaspadai.
- Jembrana menyerang sapi, menyebabkan demam tinggi, pembengkakan kelenjar getah bening, dan penurunan nafsu makan.
- Antraks sangat berbahaya dan dapat menular ke manusia. Gejalanya pada hewan meliputi demam tinggi, sesak napas, dan kematian mendadak.
Selain penyakit di atas, waspadai juga cacingan, penyakit kulit, dan gangguan pernapasan. Pastikan hewan kurban bebas penyakit untuk keamanan dan kualitas daging.
Tips Memilih Hewan Kurban yang Sehat
Berikut beberapa tips praktis untuk memilih hewan kurban yang sehat:
- Beli hewan dari tempat terpercaya dan bereputasi baik. Pilih penjual yang bertanggung jawab.
- Periksa kondisi fisik hewan secara teliti. Perhatikan mata, hidung, mulut, kaki, dan kulitnya.
- Amati perilaku hewan. Pastikan lincah, responsif, dan nafsu makannya baik.
- Mintalah SKKH sebagai bukti pemeriksaan dokter hewan. SKKH merupakan dokumen penting.
- Jangan tergiur harga murah. Harga yang terlalu murah bisa mengindikasikan kualitas hewan yang buruk.
Dengan mengikuti tips ini, diharapkan Anda dapat memilih hewan kurban yang sehat dan sesuai syariat. Ibadah kurban yang khusyuk dan penuh kehati-hatian akan membawa keberkahan. Semoga ibadah kurban kita diterima Allah SWT.





