Prabowo Subianto, sosok yang tak asing di kancah politik Indonesia, kembali maju sebagai Calon Presiden (Capres) pada Pemilu 2024. Popularitasnya dan peran pentingnya dalam pemerintahan membuat informasi seputar dirinya, termasuk kekayaan dan perjalanan kariernya, selalu menarik perhatian publik. Artikel ini akan mengulas secara detail profil Prabowo Subianto, mulai dari harta kekayaannya hingga perjalanan panjangnya di dunia militer dan politik.
Kekayaan Prabowo Subianto, yang tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), menjadi sorotan. Data terbaru per 31 Desember 2022 menunjukkan angka yang signifikan.
Harta Kekayaan Prabowo Subianto: Mencapai Triliunan Rupiah
Berdasarkan LHKPN yang diakses pada 28 Agustus 2023 melalui situs Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total kekayaan Prabowo Subianto mencapai angka Rp2.034.395.519.335. Angka ini terdiri dari berbagai aset.
- Prabowo memiliki 10 bidang tanah dan bangunan senilai Rp275.320.450.000. Aset properti ini tersebar di berbagai lokasi.
- Ia juga tercatat memiliki 8 alat transportasi dan mesin dengan nilai Rp1.258.500.000. Ini mencakup kendaraan pribadi dan mungkin juga peralatan bisnis.
- Harta bergerak lainnya mencapai Rp16.415.023.500. Kategori ini mencakup berbagai aset bergerak yang dimiliki.
- Investasi Prabowo dalam surat berharga terbilang besar, mencapai Rp1.701.879.000.000. Ini menunjukkan portofolio investasi yang luas.
- Kas dan setara kas yang dimilikinya mencapai Rp2.522.545.835. Ini adalah jumlah uang tunai dan instrumen keuangan yang mudah dicairkan.
- Terdapat juga aset “Harta lainnya” senilai Rp45.000.000.000. Rincian lebih lanjut dari kategori ini tidak dijelaskan.
- Prabowo juga melaporkan hutang sebesar Rp8.000.000.000. Ini perlu diperhitungkan dalam perhitungan total kekayaannya.
Profil dan Biodata Prabowo Subianto: Dari Militer hingga Politik
Prabowo Subianto Djojohadikusumo lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1951. Ia merupakan putra dari pasangan Prof. Soemitro Djojohadikusumo dan Dora Marie Sigar.
Pendidikan Prabowo dimulai di berbagai sekolah, seiring dengan mobilitas orangtuanya. Ia lulus dari Akademi Militer Nasional (AMN) Magelang pada tahun 1974. Karier militernya cemerlang.
Prabowo kemudian bergabung dengan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD. Prestasinya membawanya hingga ke puncak kepemimpinan di Kopassus antara tahun 1996 hingga 1998.
Pengalamannya sebagai Panglima Kostrad pada tahun 1998 relatif singkat, terdampak situasi politik nasional saat itu. Setelah pensiun dari militer, Prabowo menekuni dunia bisnis, baik di Yordania maupun Jerman, bersama adiknya, Hashim Djojohadikusumo.
Perjalanan Politik Prabowo Subianto: Menuju Pilpres 2024
Setelah pensiun dari militer, Prabowo terjun ke dunia politik. Ia mendirikan dan memimpin Partai Gerindra. Keikutsertaannya dalam Pilpres bukanlah hal baru.
Pada Pilpres 2009, ia berpasangan dengan Megawati Soekarnoputri. Pasangan ini kalah dari Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono.
Ia kembali maju sebagai Capres pada Pilpres 2014 dan 2019, namun keduanya mengalami kekalahan dari Joko Widodo. Kini, Prabowo kembali mencalonkan diri sebagai Capres di Pilpres 2024, setelah mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk 34 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra dan organisasi sayap partai.
Keberhasilannya di Pemilu 2024 masih menjadi tanda tanya, tetapi perjalanan panjangnya di dunia militer dan politik telah mencetak sejarahnya sendiri dalam perjalanan bangsa Indonesia. Pengalaman dan kekayaannya yang signifikan tentu akan menjadi modal penting dalam pertarungan politik kali ini.





