Puasa Ayyamul Bidh kembali diperbolehkan setelah Hari Tasyrik berakhir. Umat Muslim dapat melaksanakan puasa sunnah ini, termasuk bagi yang memiliki puasa qadha. Puasa Ayyamul Bidh biasanya jatuh pada tanggal 13 setiap bulan Hijriah. Namun, karena tanggal 13 Dzulhijjah 1446 H bertepatan dengan Hari Tasyrik, maka pelaksanaan puasa diundur ke tanggal 14 Dzulhijjah.
Menurut kalender Hijriah Kementerian Agama Republik Indonesia, tanggal 14 Dzulhijjah 1446 H jatuh pada hari Selasa, 10 Juni 2025. Mulai hari ini, umat Islam dapat menjalankan puasa Ayyamul Bidh. Berikut tata cara dan niat puasa Ayyamul Bidh, serta keutamaannya.
Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh
Niat puasa Ayyamul Bidh dilakukan di dalam hati sebelum fajar. Dianjurkan untuk melafalkan niat tersebut secara lisan.
Niat Puasa Ayyamul Bidh
Lafal niat puasa Ayyamul Bidh adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lilâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta’ala.”
Waktu niat puasa dimulai dari malam hari hingga sebelum matahari condong ke barat (zawal). Syaratnya, belum makan atau minum sejak terbit fajar.
Sahur dan Berbuka
Makan sahur dianjurkan sebelum waktu Subuh. Berbuka puasa dilakukan saat adzan Maghrib berkumandang.
- Sahur sebaiknya dilakukan sebelum imsak untuk mendapatkan keberkahan.
- Berbuka dengan segera setelah adzan Maghrib merupakan sunnah yang dianjurkan.
Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Selama Puasa
Selama menjalankan puasa Ayyamul Bidh, umat Muslim wajib menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Hal ini termasuk makan, minum, dan hubungan suami istri.
- Hindari hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, dan hubungan suami istri.
- Jagalah diri dari perbuatan dosa dan perkataan buruk agar pahala puasa tetap utuh.
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa tiga hari dalam sebulan sama dengan puasa sepanjang tahun.
Hadits riwayat Bukhari nomor 1979 menjelaskan keutamaannya: “Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari).
Puasa ini sangat dianjurkan untuk dikerjakan.
Waktu Pelaksanaan Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Namun, karena tanggal 13 Dzulhijjah 1446 H merupakan Hari Tasyrik, maka puasa Ayyamul Bidh bulan Dzulhijjah ini dijalankan pada tanggal 14, 15, dan 16 Dzulhijjah.
Mengamalkan puasa Ayyamul Bidh memberikan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga informasi ini bermanfaat bagi umat Muslim yang ingin menjalankan puasa sunnah ini. Semoga Allah SWT menerima amalan kita semua.





