Putri Bungsu Bill Gates: Kisah Pahit Jadi ‘Nepo Baby’

Redaksi

Istilah “nepo baby,” anak dari orang terkenal yang dianggap mudah sukses, tengah ramai diperbincangkan. Phoebe Gates, putri bungsu Bill Gates, termasuk yang mengaku sebagai “nepo baby.” Namun, ia mengungkapkan bahwa predikat tersebut tak selalu membawa keuntungan.

Pengakuan jujur Phoebe ini disampaikan dalam podcast “The Burnouts.” Ia berbagi pengalaman hidupnya sebagai anak Bill Gates bersama teman dekatnya, Sophia Kianni. Perjalanan Phoebe tak selalu mulus, bahkan sejak awal kuliah di Stanford University.

Tantangan Phoebe Gates di Stanford: Lebih dari Sekedar Nama Besar

Meskipun namanya dikenal luas, Phoebe merasa kesulitan beradaptasi di Stanford. Ia mengambil jurusan Human Biology.

Phoebe mengaku merasa minder karena kurangnya pengalaman. Statusnya sebagai “nepo baby” justru menjadi beban baginya.

“Aku punya banyak rasa tidak aman dan keinginan untuk membuktikan diri sendiri di Stanford,” ungkap Phoebe. “Aku merasa sangat berat ketika kamu anak baru di kampus karena kamu tidak punya pengalaman.”

Kegagalan Bisnis “Bluetooth Tampon” dan Pelajaran Berharga

Salah satu pengalaman pahit Phoebe adalah penolakan proposal bisnisnya di kelas. Ide bisnisnya cukup unik: “bluetooth tampon” yang memberikan informasi kesehatan wanita selama menstruasi.

Penolakan tersebut menjadi pelajaran berharga. Phoebe menyadari pentingnya pemahaman pasar dan model bisnis yang berkelanjutan.

“Ini adalah kegagalan besar pertama kami,” jelas Phoebe. “Mereka bertanya masalah apa yang bisa dipecahkan oleh bisnis ini? Bagaimana bisnis ini menghasilkan uang? Kami tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.”

Dukungan dan Tantangan dari Sang Ayah, Bill Gates

Pengalaman berbisnis Phoebe tak hanya diuji di kampus. Ia juga mendapat tantangan dari ayahnya sendiri, Bill Gates.

Bill Gates menolak permintaan Phoebe untuk berhenti kuliah demi mengejar bisnis pertamanya, meskipun ia sendiri pernah melakukan hal serupa.

Phoebe mengembangkan aplikasi Phia, sebuah platform belanja online baru. Ide ini awalnya dipertanyakan Bill Gates.

Namun, justru dari Bill Gates, Phoebe mendapatkan pelajaran berharga tentang kegigihan dan penerimaan terhadap penolakan.

“Kami sering mendapat tanggapan, ‘Tolong pergi dan jangan pernah mengirimi email lagi’,” kata Phoebe. “Tapi kami tetap akan merespon lagi. Aku benar-benar merasa pelajaran terbesar dari ini adalah kerentanan tidak memalukan.”

Menavigasi Dunia Bisnis: Kegigihan di Tengah Penolakan

Pengalaman Phoebe Gates memberikan gambaran nyata tentang perjalanan seorang “nepo baby” dalam dunia bisnis. Ia membuktikan bahwa koneksi dan nama besar saja tidak cukup untuk meraih kesuksesan.

Keberanian menghadapi penolakan dan kegigihan dalam belajar menjadi kunci kesuksesan Phoebe. Kisahnya menginspirasi, bahwa kesuksesan membutuhkan kerja keras dan pembelajaran konsisten.

Phoebe tidak hanya belajar di universitas, tetapi juga dari pengalaman nyata, termasuk penolakan dari dosen, orang lain, dan bahkan ayahnya sendiri. Ia membuktikan bahwa kegagalan adalah bagian dari proses pembelajaran yang berharga.

Dari pengalamannya, Phoebe belajar menerima kerentanan sebagai kekuatan, bukan kelemahan. Ia menekankan pentingnya kegigihan dalam menghadapi penolakan dan terus belajar dari setiap kesalahan. Kisah Phoebe menjadi pelajaran berharga bagi siapapun yang ingin berkarir di dunia bisnis.

Also Read

Tags

Leave a Comment