Wawancara kerja adalah tahapan krusial dalam proses perekrutan. Calon karyawan dituntut menunjukkan kemampuan dan kepribadian terbaik. Namun, menurut pakar karier Isobelle Panton, ada beberapa “kebohongan putih” yang diperbolehkan demi meningkatkan peluang diterima kerja. Artikel ini akan membahas empat hal tersebut berdasarkan saran Isobelle, seorang konten kreator karier di Instagram @corporateagonyaunt, yang juga berpengalaman sebagai bagian dari tim HRD.
Gosip Tentang Mantan Bos: Bijaklah dalam Bercerita
Berbicara buruk tentang mantan atasan atau rekan kerja dapat membuat Anda terlihat tidak profesional. Meskipun Anda mungkin memiliki alasan kuat untuk meninggalkan pekerjaan sebelumnya, penting untuk menyampaikannya dengan bijak dan menghindari gosip.
Isobelle menyarankan pendekatan yang lebih positif. Alih-alih mengkritik mantan bos, fokuslah pada keinginan Anda untuk berkembang dan mencari lingkungan kerja yang lebih sesuai. Contohnya, Anda dapat mengatakan, “Saya ingin mencari tantangan baru dan kesempatan berkembang yang lebih besar. Perusahaan ini menawarkan lingkungan yang lebih dinamis dan sesuai dengan tujuan karier saya.”
Strategi Menghadapi Pertanyaan Soal Tawaran Kerja Lain
Menunjukkan antusiasme dan ketertarikan terhadap perusahaan adalah hal positif. Namun, jangan sampai terlihat terlalu “putus asa” atau hanya mengandalkan satu-satunya peluang ini.
Jika ditanya tentang wawancara di perusahaan lain, jujurlah tetapi jangan berlebihan. Sebutkan saja bahwa Anda sedang menjalani beberapa proses seleksi, tanpa perlu detail spesifik. Hal ini menunjukkan bahwa Anda memiliki opsi lain, namun tetap tertarik dengan posisi yang ditawarkan.
Menjaga Privasi Tujuan Finansial
HRD mungkin menanyakan tujuan finansial Anda. Isobelle mengingatkan untuk tidak terlalu detail atau jujur. Mengungkapkan rencana liburan mewah atau pembelian barang-barang branded bisa memberi kesan bahwa Anda hanya mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan finansial jangka pendek.
“Menceritakan rencana perjalanan panjang atau pembelian barang mewah bisa membuat perekrut berpikir Anda hanya akan bekerja sementara,” jelas Isobelle. Lebih baik fokus pada tujuan karier jangka panjang dan bagaimana posisi tersebut dapat membantu Anda mencapainya.
Mengatasi Pertanyaan Mengenai Pekerjaan Sampingan
Memiliki banyak pekerjaan sampingan mungkin terlihat produktif, namun bisa juga menimbulkan kekhawatiran HRD tentang komitmen Anda.
Menyebutkan semua pekerjaan freelance dalam portofolio tidak selalu menjadi strategi yang tepat. Terlalu banyak pekerjaan sampingan bisa memberikan kesan bahwa Anda tidak akan fokus pada pekerjaan utama. Hindari pula menyinggung keinginan untuk menggunakan pendapatan dari perusahaan untuk membangun bisnis pribadi Anda sendiri. Fokuslah pada keterampilan dan pengalaman yang relevan dengan posisi yang dilamar.
Kesimpulan: Jujur, tetapi Strategis
Wawancara kerja memerlukan strategi komunikasi yang cermat. Meskipun kejujuran penting, ada beberapa hal yang sebaiknya tidak diungkapkan secara mentah-mentah. Dengan pendekatan yang bijak dan strategis, Anda dapat meningkatkan peluang diterima kerja tanpa harus mengorbankan etika profesional. Ingatlah, tujuan utama adalah menunjukkan potensi dan kesesuaian Anda dengan perusahaan, bukan hanya menceritakan seluruh kisah hidup Anda. Keempat poin di atas memberikan panduan praktis untuk menghadapi beberapa pertanyaan rumit yang sering muncul dalam wawancara kerja.




