Pemerintah tengah mengkaji aturan baru terkait pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Rencananya, mobil dengan kapasitas mesin di atas 1.500 cc tidak lagi diperbolehkan membeli Pertalite dan Solar. Aturan ini masih dalam pembahasan dan belum resmi diberlakukan.
Kebijakan ini bertujuan untuk mengoptimalkan penyaluran BBM subsidi agar tepat sasaran. Pemerintah berupaya memastikan BBM bersubsidi tetap terjangkau bagi masyarakat yang membutuhkannya.
Mobil di Bawah 1.500 cc Tetap Bisa Gunakan Pertalite
Berdasarkan informasi terbaru dari rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, mobil pribadi dengan mesin berkapasitas di bawah 1.500 cc masih diizinkan untuk membeli Pertalite. Sepeda motor dengan kapasitas mesin di bawah 250 cc juga tetap bisa menggunakan BBM jenis ini.
Aturan ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Banyak yang mengkhawatirkan dampaknya terhadap harga jual mobil di pasaran.
Daftar Mobil dengan Kapasitas Mesin di Bawah 1.500 cc
Berikut beberapa pilihan mobil dengan kapasitas mesin di bawah 1.500 cc yang masih bisa menggunakan Pertalite, beserta kisaran harga jualnya. Harga tersebut dapat bervariasi tergantung tipe dan spesifikasi.
Perlu diingat bahwa harga yang tertera merupakan perkiraan dan bisa berbeda di setiap dealer.
Toyota
- Agya 1.197 cc (Rp. 158,5 juta)
- Calya 1.197 cc (Rp. 153,6 juta)
- Raize 998 cc / 1.198 cc (Rp. 232,1 juta)
- Avanza 1.329 cc (Rp. 233,1 juta)
- Veloz 1.300 cc (Rp. 286 juta)
Daihatsu
- Ayla 998 cc / 1.197 cc (Rp. 120 juta)
- Granmax 1.300 cc (Rp. 193,2 juta)
- Sigra 998 cc / 1.197 cc (Rp. 129,5 juta)
- Sirion 1.329 cc (Rp. 227,6 juta)
- Rocky 998 cc / 1.198 cc (Rp. 205,2 juta)
- Xenia 1.329 cc (Rp. 216,9 juta)
Suzuki
- Ignis 1.197 cc (Rp. 207,2 juta)
- S-Presso 998 cc (Rp. 155 juta)
- Karimun Wagon R 998 cc (Rp. 134 juta)
Honda
- Brio 1.199 cc (Rp. 156,9 juta)
Datsun
- Cross 1.198 cc (Rp. 161,49 juta)
- Go Panca 1.200 cc (Rp. 112,09 juta)
- Go Plus Panca 1.198 cc (Rp. 120,27 juta)
Kia
- Picanto 1.248 cc (Rp. 221,8 juta)
- Seltos bensin 1.353 cc (Rp. 329 juta)
- Rio 1.348 cc (Rp. 277,45 juta)
- Carens 1.400 cc (Rp. 389 juta)
Wuling
- Formo S 1.206 cc (Rp. 137,2 juta)
Nissan
- Kicks e-Power 1.198 cc (Rp. 482,8 juta)
- Magnite 999 cc (Rp. 250,65 juta)
Mercedes-Benz
- A-Class 1.332 cc (Rp. 739 juta)
- CLA 1.332 cc (Rp. 990 juta)
- B 200 1.332 cc (Rp. 730 juta)
- GLA 200 1.332 cc (Rp. 779 juta)
- GLB 1.332 cc (Rp. 875 juta)
Peugeot
- 2008 1.199 cc (Rp. 505 juta)
Volkswagen
- Tiguan 1.398 cc (Rp. 648 juta)
- Polo 1.197 cc (Rp. 329,5 juta)
- T-Cross 999 cc (Rp. 448 juta)
Renault
- Kiger 999 cc (Rp. 275,9 juta)
- Kwid 999 cc (Rp. 152,4 juta)
- Triber 999 cc (Rp. 166,9 juta)
Audi
- Q3 1.395 cc (Rp. 959 juta)
Dampak Kebijakan dan Analisis Lebih Lanjut
Kebijakan ini berpotensi mempengaruhi pasar otomotif, khususnya penjualan mobil di atas 1.500 cc. Pemerintah perlu mempertimbangkan dampak sosial ekonomi dari kebijakan ini secara menyeluruh.
Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengkaji efektivitas dan dampak jangka panjang dari aturan ini terhadap penyaluran BBM subsidi dan perekonomian. Transparansi informasi dan partisipasi publik sangat penting dalam proses pengambilan keputusan.
Daftar mobil di atas memberikan gambaran umum. Konsumen disarankan untuk mengecek langsung ke dealer resmi untuk informasi harga dan ketersediaan terbaru. Penting untuk mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan finansial sebelum membeli kendaraan. Semoga informasi ini bermanfaat bagi pembaca.





