Saksikan Pelantikan Paus Leo XIV: Momen Bersejarah Vatikan

Redaksi

Saksikan Pelantikan Paus Leo XIV: Momen Bersejarah Vatikan
Sumber: Detik.com

Dunia menyaksikan pelantikan Paus Leo XIV pada Minggu, 18 Mei 2025, di Lapangan Santo Petrus, Vatikan. Momen bersejarah ini menandai dimulainya era baru kepemimpinan Gereja Katolik, setelah wafatnya Paus Fransiskus pada 21 April 2025. Kardinal Robert Francis Prevost, yang terpilih pada 8 Mei 2025, resmi mengambil alih tampuk kepemimpinan sebagai Paus Leo XIV.

Pelantikan tersebut dihadiri oleh sejumlah pemimpin dunia, menunjukkan pentingnya peristiwa ini bagi panggung global. Upacara sakral ini disaksikan oleh ribuan umat Katolik yang memenuhi Lapangan Santo Petrus dan jalan-jalan di sekitar Roma.

Pelantikan Paus Leo XIV dan Tur Perdana dengan Popemobile

Misa pelantikan Paus Leo XIV dimulai pukul 10.00 pagi waktu setempat. Sejumlah kepala negara dan pemerintahan hadir dalam acara tersebut.

Sebelum misa dimulai, Paus Leo XIV melakukan tur perdana di Lapangan Santo Petrus menggunakan Popemobile.

Paus asal Amerika Serikat ini melambaikan tangan dan memberi salam kepada puluhan ribu umat yang bersorak sorai.

Antusiasme terlihat dari para simpatisan yang membawa bendera AS dan Peru, menunjukkan dukungan terhadap Paus pertama dari Amerika Serikat.

Mobil Paus yang terbuka memungkinkan interaksi langsung dengan umat. Dalam perjalanannya, Paus Leo sempat berhenti dua kali untuk memberkati beberapa bayi.

Kepemimpinan Paus Leo XIV: Seruan Persatuan dan Perdamaian

Dalam pidato pelantikannya, Paus Leo XIV menekankan pentingnya persatuan dan harmoni dalam Gereja Katolik. Ia menyebut kata “persatuan” dan “bersatu” sebanyak tujuh kali, serta “harmoni” sebanyak empat kali.

Paus Leo XIV menyatakan bahwa membangun persatuan bukan melalui paksaan atau propaganda, melainkan melalui cinta seperti yang diajarkan Yesus.

Ia juga mengakui bahwa Gereja Katolik di bawah kepemimpinan Paus Fransiskus mengalami perpecahan antara kelompok konservatif dan progresif.

Paus Leo XIV menargetkan untuk menciptakan Gereja yang bersatu, menjadi teladan perdamaian bagi dunia.

Kepemimpinan Paus Leo XIV diharapkan dapat menyatukan kembali umat Katolik yang terpecah.

Paus Leo XIV Menyoroti Konflik Ukraina dan Krisis Kemanusiaan di Gaza

Paus Leo XIV menyatakan keprihatinannya atas konflik di Ukraina dan krisis kemanusiaan di Gaza dalam misa pelantikannya.

Ia menyerukan perdamaian yang adil dan langgeng di Ukraina dan menyampaikan doa khusus bagi penduduk Gaza yang menderita kelaparan.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, hadir dalam pelantikan tersebut dan dijadwalkan bertemu dengan Paus Leo XIV secara pribadi.

Paus juga menyebutkan situasi di Myanmar, di mana konflik telah menghancurkan kehidupan anak-anak muda yang tidak bersalah.

Selain konflik, Paus Leo XIV juga mengutuk eksploitasi alam dan marjinalisasi kaum miskin.

Dalam homilinya, Paus Leo XIV menegaskan bahwa ia tidak menganggap dirinya lebih tinggi dari umat, melainkan sebagai pelayan iman dan sukacita bagi mereka.

Pelantikan Paus Leo XIV bukan hanya peristiwa keagamaan, tetapi juga momen penting bagi dunia. Seruannya akan perdamaian dan persatuan menjadi pesan penting bagi seluruh umat manusia di tengah berbagai tantangan global. Perhatiannya terhadap konflik dan krisis kemanusiaan menunjukkan komitmennya terhadap keadilan sosial dan perdamaian dunia.

Also Read

Tags

Leave a Comment