Sate Padang Jakarta: Rasa Minang Asli, Bikin Nagih!

Redaksi

Sate Padang Jakarta: Rasa Minang Asli, Bikin Nagih!
Sumber: Pikiran-rakyat.com

Bagi pencinta kuliner, Sate Padang adalah ikon cita rasa Sumatera Barat yang tak terbantahkan. Kenikmatan sajian ini, yang seringkali disebut “Lamak Bana!”, telah memikat banyak lidah, baik di rantau maupun di kampung halaman.

Sate Padang, yang juga dikenal sebagai Sate Pariaman, umumnya terbuat dari daging sapi atau jeroan (hati, usus, tetelan), dibalut bumbu kacang dan rempah-rempah kental yang teksturnya menyerupai bubur. Rempah-rempah yang kuat dan pedas menjadi ciri khasnya yang membedakannya dari sate lainnya.

Bagi Anda yang merindukan cita rasa Sate Padang, khususnya para perantau di Jakarta, berikut beberapa rekomendasi tempat yang patut dikunjungi. Keempat tempat ini menawarkan pengalaman kuliner yang unik dan autentik, masing-masing dengan karakteristik rasa dan sejarahnya sendiri.

Sate Padang Ajo Manih: Legenda di Rawamangun

Berlokasi strategis di Jl. Rawamangun Muka Timur Blok B1 No. 2, Jakarta Timur, Sate Padang Ajo Manih telah lama menjadi favorit warga Jakarta.

Satu porsi Sate Padang Ajo Manih, berisi 10 tusuk sate dengan lontong atau ketupat, dihargai Rp32.000. Kepopulerannya terlihat dari penjualan harian yang mencapai 8.000 tusuk, menurut informasi dari kanal YouTube Tuah Kreasi.

Kuah yang kental, pedas, dan kaya rempah menjadi ciri khasnya. Selain sate, tersedia juga sala lauak, camilan berbahan dasar ikan yang diberi tepung.

Warung ini buka setiap hari mulai pukul 17.00 WIB, dengan tingkat keramaian yang tinggi, terutama di akhir pekan. Keberadaannya dekat kampus Universitas Negeri Jakarta juga menambah daya tariknya.

Sate Padang Ajo Ramon: Pilihan yang Lebih Lembut

Bagi pencinta Sate Padang namun kurang menyukai rasa yang sangat pedas, Sate Padang Ajo Ramon di Jl. Cipaku Pasar Santa, Jakarta Selatan, bisa menjadi pilihan tepat.

Terletak di area parkir Pasar Santa, warung ini menawarkan Sate Padang dengan bumbu yang lebih lembut dibandingkan kompetitornya. Satu porsi dibanderol Rp30.000, dengan pilihan daging, lidah, jantung, dan usus.

Sate Padang Ajo Ramon, yang telah berdiri sejak tahun 1986, tidak menyediakan tempat makan di lokasi. Warung ini buka pada sore hari.

Sate Padang Murni dan Sate Padang Mak Adjat: Dua Legenda dengan Cita Rasa Khas

Sate Padang Murni, yang dulunya berada di Jl. Cikini Raya No. 117 Menteng, kini bergeser ke Jl. Cilosari sejak pandemi. Warung ini menawarkan cita rasa Sate Pariaman yang otentik.

Menurut kanal YouTube RAD Media, Sate Padang Murni menggunakan 27 bumbu alami. Kuah merah kentalnya merupakan hasil perpaduan belasan rempah rahasia yang menghasilkan cita rasa khas.

Warung yang telah beroperasi sejak 1993 ini mampu menjual 5 kg daging per hari dan buka mulai pukul 17.00 WIB.

Sementara itu, Sate Padang Mak Adjat, yang telah berdiri sejak 1960, menawarkan varian sate lidah, usus, dan daging dengan bumbu kuning yang diracik secara istimewa. Selain sate, warung yang berlokasi di Jl. Gn. Sahari No.50, Jakarta Pusat ini juga menyajikan menu lain seperti Soto Padang, seperti yang dikutip dari Vantage Indonesia Official.

Kesimpulan: Menjelajahi Ragam Cita Rasa Sate Padang di Jakarta

Keempat rekomendasi Sate Padang di atas menawarkan pengalaman kuliner yang beragam, dari yang pedas hingga yang lebih lembut, semuanya dengan cita rasa autentik Sumatera Barat. Semoga informasi ini membantu para perantau dan pencinta kuliner untuk menemukan sajian Sate Padang favorit mereka di Jakarta, sekaligus menghadirkan kembali kenangan akan kampung halaman.

Masing-masing tempat memiliki keunikan tersendiri, baik dari segi rasa, harga, maupun sejarahnya. Dengan berbagai pilihan ini, penikmat kuliner dapat menjelajahi kekayaan cita rasa Sate Padang sesuai dengan selera masing-masing.

Also Read

Tags

Leave a Comment