Serangan Israel: Rumah Sakit Indonesia Gaza Jadi Target Operasi Gideon

Redaksi

Serangan Israel: Rumah Sakit Indonesia Gaza Jadi Target Operasi Gideon
Sumber: Detik.com

Operasi militer Israel yang diberi nama “Operation Gideon’s Chariots” telah menimbulkan krisis kemanusiaan yang mengerikan di Gaza. Serangan besar-besaran ini, yang dimulai pada Minggu, 18 Mei 2025, tidak hanya menargetkan infrastruktur Hamas, tetapi juga secara tragis mengakibatkan jatuhnya korban sipil dalam jumlah besar, termasuk di fasilitas medis.

Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara, salah satu dari sedikit fasilitas medis yang masih beroperasi, menjadi sasaran serangan dan kini tak lagi berfungsi. Situasi ini semakin memperparah penderitaan warga sipil yang telah menderita akibat konflik yang berkepanjangan.

Serangan Udara dan Darat di Gaza Tewaskan Ratusan Warga Sipil

Sumber medis melaporkan setidaknya 36 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka dalam serangan udara di kamp pengungsi al-Mawasi, Khan Younis. Angka korban jiwa terus meningkat, dengan Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan lebih dari 464 warga Palestina tewas dalam seminggu terakhir.

Serangan ini merupakan bagian dari Operasi Kereta Perang Gideon, yang melibatkan tentara reguler dan cadangan Israel dalam invasi darat ke Gaza Utara dan Selatan. Serangan udara masif turut mendukung operasi darat ini.

Jumlah korban jiwa mencapai angka yang mengkhawatirkan, mencapai lebih dari 53.339 warga Palestina tewas dan 121.034 terluka sejak dimulainya perang pada Oktober 2023. Jumlah ini menunjukkan skala bencana kemanusiaan yang terjadi di Gaza.

Penargetan Rumah Sakit: Pelanggaran Hukum Humaniter Internasional

Israel mengklaim telah menyerang lebih dari 670 lokasi di Gaza, yang semuanya disebut sebagai “target Hamas”. Namun, tuduhan penargetan warga sipil secara tidak proporsional terus bermunculan, termasuk serangan terhadap rumah sakit.

Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara, yang merupakan rumah sakit umum terakhir yang berfungsi di wilayah utara, telah dihentikan operasinya setelah dikepung militer Israel. Direktur fasilitas tersebut menggambarkan situasi ini sebagai bencana dan meminta perlindungan internasional bagi tim medis.

Bukan hanya Rumah Sakit Indonesia, rumah sakit lainnya juga menjadi sasaran serangan. Rumah Sakit al-Shifa dan Rumah Sakit al-Awda di Gaza Utara, serta Rumah Sakit Gaza Eropa di Gaza Selatan, turut dilaporkan terkena dampak pengeboman.

Direktur jenderal rumah sakit di Gaza mengecam tindakan sistematis Israel terhadap fasilitas medis, mengatakan bahwa Israel sengaja membunuh orang yang terluka dengan mencegah mereka mencapai rumah sakit dan menargetkan pasien, yang terluka, dan staf medis.

Tanggapan Internasional dan Krisis Kemanusiaan yang Memburuk

Meskipun terdapat kecaman internasional, Israel terus mengintensifkan serangannya. Ketiadaan akses ke perawatan medis yang layak akibat penargetan rumah sakit semakin memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza.

Ribuan orang sakit dan terluka membutuhkan perawatan segera, namun akses terbatas akibat serangan. Kekurangan donor darah juga menjadi permasalahan serius di tengah situasi darurat ini.

Situasi ini menuntut respon internasional yang segera dan tegas untuk menghentikan kekerasan dan memastikan akses kemanusiaan bagi penduduk Gaza. Perlindungan fasilitas medis dan warga sipil merupakan keharusan dalam konflik bersenjata.

Kejadian ini menyoroti urgensi penyelesaian konflik di Gaza melalui jalur diplomasi dan perdamaian, sekaligus mendesak dunia internasional untuk memberikan bantuan kemanusiaan yang cukup dan menyelamatkan nyawa yang tidak berdosa.

Perlu investigasi independen dan transparan untuk mengungkap kebenaran di balik serangan terhadap rumah sakit dan memastikan pertanggungjawaban atas pelanggaran hukum humaniter internasional yang terjadi.

Also Read

Tags

Leave a Comment