Seblak, camilan pedas nan gurih berbahan dasar kerupuk, tengah menjadi favorit banyak orang. Rasa nikmatnya yang menggugah selera membuat seblak mudah ditemukan di berbagai tempat, dari warung kaki lima hingga restoran modern. Namun, di balik kelezatannya, seblak menyimpan potensi risiko kesehatan yang perlu diperhatikan.
Seiring popularitasnya, berbagai variasi seblak bermunculan dengan cita rasa dan komposisi berbeda. Namun, tingginya kandungan kalori dan natrium dalam sebagian besar produk seblak menjadi sorotan para ahli kesehatan.
Kandungan Kalori dan Natrium yang Tinggi dalam Seblak
Dr. Nadia Alaydrus, dokter Aesthetic, mengungkapkan kekhawatirannya terkait konsumsi seblak yang berlebihan. Ia menekankan kandungan kalori seblak yang tinggi, merupakan faktor risiko bagi kesehatan.
Proses pengolahan seblak yang umumnya direbus, bukanlah penyebab utama masalah. Namun, tingginya kadar natrium dalam seblak patut diwaspadai.
Sebagai contoh, sebuah merek seblak populer di Indonesia mengandung sekitar 1.290 miligram natrium per kemasan. Angka ini mencapai 86% dari batas konsumsi natrium harian yang direkomendasikan WHO, yaitu 2.000 miligram.
Risiko Kesehatan Akibat Konsumsi Seblak Berlebihan
Konsumsi seblak yang berlebihan dapat memicu sejumlah masalah kesehatan. Tingginya natrium dapat meningkatkan tekanan darah dan risiko penyakit jantung.
Selain itu, kandungan lemak dan natrium juga berpotensi menyebabkan masalah pencernaan. Rasa pedas dan bahan-bahan tertentu dalam seblak dapat memicu peradangan dan sulit dicerna.
Kandungan kalori dan karbohidrat yang tinggi dalam seblak juga meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Oleh karena itu, konsumsi seblak perlu dikontrol agar tidak berlebihan.
Tips Konsumsi Seblak yang Lebih Sehat
Bagi pencinta seblak, bukan berarti harus menghindari makanan tersebut sepenuhnya. Namun, penting untuk mengontrol porsinya dan memperhatikan pilihan bahan.
Pilihlah seblak dengan kandungan natrium yang lebih rendah. Perhatikan juga jenis kerupuk yang digunakan, selain itu perhatikan pula tambahan bahan lain seperti sayuran, protein, dan bumbu yang digunakan.
Konsumsi seblak secara seimbang dengan makanan bergizi lainnya. Jangan menjadikan seblak sebagai makanan pokok harian. Prioritaskan pola makan sehat dan olahraga teratur untuk menjaga kesehatan.
Membatasi konsumsi seblak dan menjaga pola hidup sehat secara menyeluruh merupakan kunci untuk menikmati kelezatan seblak tanpa mengorbankan kesehatan jangka panjang.
Selain memperhatikan kandungan natrium dan kalori, perhatikan juga kebersihan dan tempat pembuatan seblak untuk mencegah kontaminasi bakteri atau penyakit lainnya. Pilihlah penjual seblak yang menjaga kebersihan dan kesehatan makanan.
Kesimpulannya, meski lezat, konsumsi seblak perlu diimbangi dengan kesadaran akan potensi risiko kesehatan. Dengan memilih seblak yang lebih sehat dan menjaga pola makan seimbang, kita dapat tetap menikmati camilan favorit tanpa mengkhawatirkan dampak negatifnya bagi tubuh. Selalu utamakan kesehatan dan keseimbangan dalam mengonsumsi makanan.





