Tragedi penembakan yang menimpa calon presiden Kolombia, Miguel Uribe Turbay, menyisakan duka mendalam. Senator berusia 39 tahun ini ditembak tiga kali, dua di antaranya mengenai kepalanya, saat berkampanye di Bogota pada Sabtu, 7 Juni 2025. Kejadian ini pun kembali mengingatkan publik akan nasib tragis ibunya, jurnalis kenamaan Diana Turbay, yang tewas di tangan gembong narkoba Pablo Escobar.
Kisah pilu Diana Turbay, putri mantan presiden Kolombia Julio Cesar Turbay, menjadi sorotan setelah penembakan terhadap putranya. Ia dikenal sebagai pendiri majalah berita Hoy x Hoy dan dikenal karena sikapnya yang menolak membesar-besarkan kekerasan, sebuah hal yang langka di tengah gejolak Kolombia saat itu.
Nasib Tragis Diana Turbay, Ibu Calon Presiden yang Ditembak
Diana Turbay, seorang jurnalis pemberani, diculik pada 30 Agustus 1990 bersama lima jurnalis lainnya dan juru kamera Richard Becerra. Mereka ditipu dengan janji wawancara dengan anggota geng yang diduga terkait dengan Pablo Escobar.
Penculikan tersebut bertujuan untuk menekan Presiden Cesar Gaviria agar membatalkan perjanjian ekstradisi dengan Amerika Serikat, seperti yang dinyatakan oleh Inter American Press Association. Sayangnya, upaya penyelamatan oleh pasukan keamanan pemerintah gagal dan berujung pada kematian Diana Turbay.
Menurut laporan TIME, Diana Turbay yang saat itu berusia 40 tahun tewas dalam penyerbuan tersebut. Ia terkena tembakan di punggungnya selama operasi pembebasan yang gagal.
Kematian Diana Turbay meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan dunia jurnalistik Kolombia. Kisahnya menjadi simbol perjuangan melawan kejahatan dan kekejaman gembong narkoba di masa lalu.
Penembakan Miguel Uribe Turbay dan Kondisi Terkini
Penembakan terhadap Miguel Uribe Turbay terjadi saat ia tengah berpidato di hadapan para pendukungnya di Distrik Fontibon, Bogota. Ia mengalami luka serius akibat tiga tembakan yang mengenai tubuhnya.
Setelah menjalani operasi pada Minggu, 8 Juni 2025, dokter menyatakan bahwa ia dalam kondisi kritis dan melewati “jam-jam kritis” pasca operasi. Walikota Bogota mengkonfirmasi bahwa Uribe telah berhasil menjalani operasi awal.
Klinik Santa Fe di Bogota menjelaskan bahwa Miguel Uribe diterbangkan ke rumah sakit dalam kondisi kritis dan menjalani prosedur bedah saraf serta prosedur vaskular perifer. Kondisi kesehatannya masih terus dipantau secara ketat.
Pihak berwenang berhasil menangkap tersangka penyerang, seorang anak di bawah umur yang diyakini berusia 15 tahun.
Tanggapan Publik dan Dampak Politik
Penembakan terhadap Miguel Uribe Turbay telah mengejutkan publik Kolombia dan dunia internasional. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran akan keamanan para kandidat presiden menjelang pemilu 2026.
Banyak pihak mengecam aksi kekerasan tersebut dan menyerukan penegakan hukum yang tegas. Kejadian ini juga memicu diskusi tentang meningkatnya kekerasan politik di Kolombia.
Dampak politik dari insiden ini masih belum dapat dipastikan sepenuhnya. Namun, penembakan tersebut berpotensi mempengaruhi dinamika perpolitikan Kolombia menjelang pemilihan presiden.
Kondisi Miguel Uribe yang masih kritis tentu akan menjadi sorotan utama dalam beberapa hari ke depan. Dukungan dan doa dari berbagai pihak terus mengalir untuk kesembuhannya.
Insiden ini juga menjadi pengingat akan sejarah kelam Kolombia terkait kekerasan dan kejahatan terorganisir yang masih meninggalkan jejak hingga kini, khususnya bagi keluarga Uribe Turbay yang dua generasinya merasakan dampaknya secara langsung.





