Rumah Balada Indonesia (RBI) Banten merayakan ulang tahunnya yang ke-9. Perayaan akbar ini akan dihelat di Kampung Pekijing, Taktakan, Kota Serang, pada 25 November 2023. Semarak perayaan ini diawali dengan acara “Akustikan Silaturahmi” pada 18 November lalu. Acara tersebut menampilkan beragam pertunjukan seni dari berbagai komunitas.
Para pegiat seni menampilkan bakat dan kreativitas mereka. Pertunjukan meliputi baca puisi, paduan suara, penampilan musik, hingga pembacaan sajak W.S. Rendra. Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai acara jelang ulang tahun RBI Banten ini.
Semarak Ulang Tahun RBI Banten ke-9
Ulang tahun RBI Banten ke-9 akan menjadi momen spesial. Kehadiran Ully Sigar Rusady, seniman dan aktivis lingkungan, menambah keistimewaan acara tersebut. Sosok Ully Sigar Rusady, kakak Paramitha Rusady, akan turut memeriahkan perayaan ini.
Profil Ully Sigar Rusady: Musisi Legendaris dan Aktivis Lingkungan
Ully Sigar Rusady adalah musisi kenamaan sekaligus aktivis lingkungan. Ia lahir di Garut dan mendapat pendidikan seni sejak kecil dari orang tuanya di Bandung. Keluarga kemudian pindah ke Makassar, di mana Ully membentuk grup band wanita.
Setelah pindah ke Jakarta pada 1975, kariernya semakin bersinar. Ia bergabung dengan Yayasan Musik Indonesia dan belajar dari komponis Slamet Abdul Sjukur. Bakatnya semakin terasah lewat beberapa festival lagu populer tingkat nasional.
Ully Sigar Rusady menorehkan prestasi membanggakan. Lagu ciptaannya, “Akhir Balada” dan “Harmonie Kehidupan,” meraih kesuksesan di Festival Lagu Populer Tingkat Nasional. Ia juga berpartisipasi di ASEAN Populer Song Festival.
Prestasi internasional pun diraihnya. Pada 2005, Ully Sigar Rusady tampil di World Music Oriental Festival di Sarajevo. Kolaborasinya dengan Kelompok Nyanyian Alam menyabet penghargaan The Best Performance dan Audience Favorites.
Ciri Khas dan Gaya Bermusik Ully Sigar Rusady
Ully Sigar Rusady memiliki ciri khas yang unik. Ia sering memakai ikat kepala ala Suku Dayak, yang pertama kali dikenakan saat mendampingi Dhenok Wahyudi ke Tokyo.
Penampilannya selalu menarik perhatian. Ia dikenal sebagai musisi dengan gaya unik, sering memakai berbagai aksesoris kontemporer. Bahkan, ia pernah mendapatkan predikat The Best Dresser’s.
Karier Musik dan Pendidikan Musik
Ully Sigar Rusady telah merilis beberapa album. Album pertamanya, “Rimba Gelap,” dirilis pada 1978. Album-album selanjutnya, seperti “Pelita Dalam Gulita” (1981), “Pengakuan” (1983), dan “Senandung Kabut Biru” (1986), juga mendapatkan sambutan positif.
Ia juga mendirikan sekolah musik Vini Vidi Vici. Sekolah musik ini memiliki beberapa cabang di berbagai kota besar di Indonesia. Meskipun pernah mengalami kebakaran pada 1982, sekolah tersebut berhasil dibangun kembali.
Dedikasi Ully Sigar Rusady untuk Lingkungan
Ully Sigar Rusady dikenal sebagai aktivis lingkungan yang gigih. Pada 1985, ia mendirikan Yayasan Garuda Nusantara (YGN) yang fokus pada pelestarian lingkungan.
Melalui YGN, ia membentuk berbagai kelompok pecinta alam. Salah satunya adalah Pandu Lingkungan Hidup (PLH) di Balikpapan, Kalimantan Timur. Dedikasi Ully untuk lingkungan terlihat juga dari sinetron “Anak-Anak Angin” yang ia produksi.
Ully Sigar Rusady mendapatkan berbagai penghargaan. Ia menerima Piagam Penghargaan Global 500 dari PBB UNEP pada 1988, dan penghargaan Kalpataru dari Asean Development Citra Awards pada 1999-2000. Perjalanan karirnya yang gemilang dan kepeduliannya terhadap lingkungan membuatnya menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Perayaan ulang tahun RBI Banten ke-9 akan menjadi perhelatan yang meriah dan bermakna. Kehadiran Ully Sigar Rusady sebagai salah satu bintang tamu menjadi daya tarik tersendiri. Acara ini bukan hanya perayaan semata, tetapi juga sebagai wadah apresiasi terhadap seni dan budaya, serta pengingat pentingnya pelestarian lingkungan.





