Di dunia yang didominasi laki-laki, Kana, seorang wanita dengan wajah dan tubuh mungil, membuktikan bahwa kemampuan tidak memandang jenis kelamin. Selama enam tahun terakhir, ia telah sukses menjadi sopir truk, menantang stereotip dan menginspirasi banyak orang.
Kisah Kana bukan sekadar tentang seorang wanita yang bekerja di profesi yang tidak lazim. Ia adalah cerminan dari semangat pantang menyerah dan keberanian untuk mengejar passion di tengah lingkungan yang mungkin tidak ramah. Berikut kisah lengkapnya.
Memutuskan Jalan yang Tak Biasa
Kana, wanita berusia 27 tahun asal Jepang, memilih jalur karier yang tidak biasa. Latar belakang pendidikannya di bidang kecantikan tidak sejalan dengan pilihan profesinya saat ini.
Setelah mencoba bekerja di industri kecantikan, ia merasa tidak cocok. Ia kemudian mencari pekerjaan lain yang lebih sesuai dengan kepribadiannya.
Sebelum menjadi sopir truk, Kana sempat bekerja paruh waktu di gudang logistik dan jasa pindahan. Pengalaman ini memberinya wawasan tentang dunia logistik dan menjadi jembatan menuju profesinya sekarang.
Menjadi Sopir Truk dan Mengelola Kanal YouTube
Kana memulai karirnya sebagai sopir truk dengan mengendarai truk yang berukuran lebih kecil. Ia terus belajar dan berlatih hingga akhirnya mampu mengendarai truk besar.
Saat ini, ia menjalani rute pengiriman reguler antara Saitama dan Kyoto, perjalanan yang memakan waktu 13 jam. Akibatnya, ia hanya pulang ke rumah sekali seminggu.
Menariknya, Kana juga mendokumentasikan kesehariannya sebagai sopir truk di kanal YouTube-nya, “Track Girl Kanachannel”. Kanal ini menjadi tempat ia berbagi pengalaman dan kisah hidupnya di industri yang didominasi laki-laki.
Melalui kanal YouTube-nya, Kana menunjukkan sisi lain dari profesinya, sekaligus menantang pandangan umum tentang wanita dan pekerjaan fisik berat. Kisahnya menarik perhatian banyak orang dan mendapatkan banyak pengikut.
Tantangan Stereotip dan Inspirasi bagi Generasi Muda
Kana mengaku lebih menyukai pekerjaan yang menantang fisik, seperti menjadi sopir truk. Ia menikmati kebebasan yang didapatnya melalui profesi ini.
Selain menikmati pekerjaannya, Kana juga ingin menantang stereotip tradisional tentang wanita. Ia ingin menginspirasi anak muda untuk mempertimbangkan karier di industri logistik.
“Logistik tidak seharusnya hanya bergantung pada tenaga kerja yang sudah tua. Aku ingin orang-orang melihat bahwa pekerjaan ini bisa menarik dan bermakna,” kata Kana seperti dikutip dari SCMP.
Kisah sukses Kana membuktikan bahwa passion dan kerja keras mampu mengatasi hambatan gender dan menciptakan jalan sukses di bidang yang selama ini dianggap sebagai ‘dunia laki-laki’.
Keberanian Kana untuk memilih jalan yang tidak biasa, sekaligus tekadnya untuk menginspirasi generasi muda, menjadikannya teladan bagi siapa pun yang ingin mengejar impiannya tanpa memandang batasan sosial maupun gender. Kisahnya menjadi bukti bahwa kesuksesan bisa diraih melalui kerja keras dan semangat pantang menyerah, terlepas dari stereotip yang ada.




