Gula, meskipun berperan sebagai sumber energi, merupakan racun bagi tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan. Banyak makanan sehari-hari mengandung gula tersembunyi, mulai dari saus hingga roti. Konsumsi gula berlebih dapat menyebabkan tubuh kewalahan dan memicu berbagai masalah kesehatan serius. Mari kita telusuri tanda-tanda kelebihan gula dalam tubuh dan dampaknya.
Tubuh kita memiliki batas toleransi terhadap gula. Ketika batas tersebut terlampaui, berbagai gejala akan muncul sebagai sinyal peringatan. Kondisi ini, jika diabaikan, dapat berujung pada kerusakan organ bahkan kematian. Berikut beberapa gejala yang perlu diwaspadai.
Haus Berlebihan dan Sering Buang Air Kecil
Rasa haus yang tak tertahankan dan sering buang air kecil adalah gejala awal yang umum terjadi. Ginjal bekerja keras menyaring kelebihan glukosa dalam darah dan membuangnya melalui urine. Proses ini menyebabkan kehilangan cairan tubuh dan dehidrasi.
Studi dari *Diabetes Care* (Kitabchi et al., 2009) menjelaskan bahwa dehidrasi, hiperglikemia, dan gangguan elektrolit merupakan ciri khas darurat medis akibat kelebihan gula. Jika dibiarkan, tubuh akan kekurangan cairan dan elektrolit, menyebabkan kelelahan hingga kerusakan ginjal.
Makan Banyak Namun Berat Badan Turun
Meskipun makan banyak, berat badan justru menurun drastis? Ini adalah tanda bahaya. Tubuh, gagal mengubah glukosa menjadi energi, mulai membakar lemak dan otot sebagai sumber energi alternatif.
Para ahli gizi menyebutnya “lapar seluler”. Glukosa tidak mencapai sel karena resistensi insulin. Jurnal *Problems Associated with Glucose Toxicity* (Kawahito et al., 2009) menjelaskan kelebihan glukosa memicu stres oksidatif dan merusak metabolisme. Penurunan berat badan ini bukan indikasi diet sukses, melainkan masalah kesehatan serius.
Kelelahan yang Tak Kunjung Hilang
Kelelahan yang terus-menerus, bahkan setelah tidur dan makan cukup, menandakan sel tubuh kekurangan energi. Glukosa menumpuk dalam darah tanpa dimanfaatkan secara optimal.
Dalam krisis hiperglikemik, seperti yang dijelaskan Kitabchi et al., tubuh mengalami kelelahan berat akibat gangguan metabolisme dan ketidakseimbangan cairan. Energi dari glukosa terperangkap di luar sel, menyebabkan tubuh lemas dan tak bertenaga.
Pandangan Kabur dan Sakit Kepala
Gula darah tinggi memengaruhi cairan dalam lensa mata, menyebabkan pembengkakan dan perubahan bentuk. Hal ini mengakibatkan pandangan kabur dan sulit fokus.
Ini merupakan tanda awal retinopati diabetik, yang jika tidak ditangani dapat menyebabkan kebutaan. Tekanan osmotik tinggi akibat glukosa juga memicu sakit kepala. Dalam kasus ekstrem, dapat terjadi pembengkakan otak ringan.
Luka Sulit Sembuh dan Infeksi
Hiperglikemia kronis merusak pembuluh darah kapiler, menghambat aliran darah ke kulit dan luka. Akibatnya, luka sulit sembuh dan mudah terinfeksi.
*World Journal of Gastroenterology* menyebutkan luka yang tak kunjung sembuh sebagai efek glukotoksisitas berkepanjangan. Kondisi ini dapat berujung pada komplikasi serius seperti kaki diabetik dan amputasi.
Kesemutan di Tangan dan Kaki
Kesemutan, rasa panas, atau mati rasa di tangan dan kaki adalah gejala neuropati perifer. Kerusakan saraf akibat gula darah tinggi terjadi secara bertahap.
Kitabchi et al. (2009) menjelaskan neuropati diabetik sebagai komplikasi umum overdosis gula. Kesemutan, terutama di malam hari, mengganggu tidur dan kualitas hidup.
Perubahan Warna Kulit dan Infeksi Jamur
Kulit menebal dan menggelap di leher, ketiak, atau lipatan tubuh lainnya bisa jadi tanda resistensi insulin. Gula darah tinggi juga menciptakan lingkungan ideal bagi jamur seperti candida.
Kawahito et al. (2009) menjelaskan hiperglikemia menurunkan daya tahan tubuh terhadap infeksi, termasuk jamur dan bakteri. Perubahan warna kulit bukan sekadar masalah estetika, tetapi sinyal peringatan.
FAQ
1. Apa yang terjadi jika tubuh kelebihan gula? Kelebihan gula menyebabkan resistensi insulin, kerusakan pembuluh darah, penurunan fungsi saraf, dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2.
2. Apa tanda gula darah terlalu tinggi pada orang sehat? Tanda umumnya termasuk sering haus, kelelahan, penglihatan kabur, dan penurunan berat badan yang tidak normal meskipun makan banyak.
3. Apakah overdosis gula bisa disembuhkan? Dengan pola makan sehat, olahraga, dan pemeriksaan rutin, kondisi ini bisa dikendalikan, meskipun tidak selalu sembuh total.
4. Berapa batas konsumsi gula per hari? WHO merekomendasikan maksimal 25 gram (sekitar 6 sendok teh) gula tambahan per hari untuk orang dewasa.
Menjaga asupan gula sangat penting untuk kesehatan. Perhatikan gejala-gejala di atas dan konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami beberapa di antaranya. Deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat krusial untuk mencegah komplikasi serius. Hidup sehat dengan mengontrol asupan gula merupakan investasi berharga bagi kesehatan jangka panjang.





