Harga kripto Worldcoin (WLD) anjlok tajam pada 5 Mei 2025. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan pembekuan izin operasional Worldcoin dan WorldID di Indonesia oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan tentang dampak regulasi terhadap nilai aset kripto.
Nilai WLD merosot hingga mencapai titik terendah 0,8728 dollar AS (sekitar Rp 14.131) pada pukul 03.50 WIB tanggal 6 Mei 2025, menurut data CoinMarketCap. Ini jauh lebih rendah dibandingkan harga puncaknya sehari sebelumnya, yaitu 0,9625 dollar AS (sekitar Rp 15.775) pada pukul 15.45 WIB.
Anjloknya Harga Worldcoin dan Dampak Pembekuan Izin
Penurunan harga Worldcoin yang signifikan diduga terkait dengan pembekuan izin operasionalnya di Indonesia. Kominfo mengambil langkah preventif ini untuk melindungi data pribadi warga negara Indonesia.
Langkah Kominfo ini merupakan respons terhadap potensi risiko keamanan data yang ditimbulkan oleh sistem verifikasi identitas Worldcoin, WorldID. Pembekuan izin ini berdampak langsung pada aktivitas perdagangan WLD, menyebabkan penurunan harga yang signifikan.
Mekanisme Kerja Worldcoin dan WorldID
Worldcoin, proyek ambisius dari Tools for Humanity (TFH), menawarkan sistem identitas digital terdesentralisasi bernama WorldID. Sistem ini bertujuan untuk membedakan manusia dari bot AI dengan menggunakan verifikasi biometrik iris mata.
Pengguna Worldcoin perlu mendaftar dan memindai iris mata mereka menggunakan perangkat bernama Orb. Setelah verifikasi berhasil, pengguna akan mendapatkan WorldID yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan verifikasi identitas digital. Proses ini sempat menjadi sorotan publik di Indonesia.
Proses Verifikasi dan Kekhawatiran Keamanan Data
Proses verifikasi iris mata menggunakan Orb menjadi pusat perhatian. Penggunaan biometrik iris mata menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan dan privasi data pribadi pengguna.
Kementerian Kominfo menekankan pentingnya perlindungan data pribadi dalam era digital. Pembekuan izin Worldcoin menunjukkan komitmen pemerintah Indonesia dalam mengawasi teknologi baru yang berpotensi menimbulkan risiko.
Respon Pemerintah dan Masa Depan Worldcoin di Indonesia
Kominfo telah memanggil pihak terkait untuk memberikan klarifikasi mengenai dugaan pelanggaran ketentuan penyelenggaraan sistem elektronik. PT Terang Bulan Abadi dan PT Sandina Abadi Nusantara, perusahaan yang terkait dengan operasional Worldcoin dan WorldID di Indonesia, akan memberikan penjelasan.
Ke depannya, nasib Worldcoin di Indonesia masih belum pasti. Keputusan Kominfo akan mempengaruhi keberlangsungan layanan dan tentunya berdampak pada nilai WLD. Perkembangan ini perlu dipantau lebih lanjut.
Pasar kripto dikenal volatil, dan peristiwa ini menunjukkan bagaimana regulasi dan sentimen publik dapat mempengaruhi harga aset kripto. Penurunan harga Worldcoin menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan regulasi yang tepat dalam industri teknologi yang berkembang pesat ini. Kejelasan status operasional Worldcoin di Indonesia akan menentukan arah harga WLD ke depannya. Perlu diingat bahwa investasi kripto memiliki risiko tinggi, dan keputusan investasi harus didasarkan pada riset dan pemahaman risiko yang komprehensif.





