Dalam rangka memperingati Hari Jadi Banyumas ke-454, Pemerintah Kabupaten Banyumas menyelenggarakan Festival Inklusi Keuangan dan Pameran Produk Unggulan Daerah Banyumas Expo 2025. Kegiatan ini berlangsung di area Kompleks Menara Teratai Purwokerto selama empat hari, mulai Kamis (20/2/2025) hingga Minggu (23/2/2025). Beragam produk khas daerah dipamerkan, mencakup jajanan tradisional, hidangan khas, kopi lokal, hingga batik yang menjadi warisan budaya.
Gelaran ini tidak sekadar menjadi ajang promosi bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya inklusi keuangan. Melalui pameran ini, masyarakat, pelajar, akademisi, serta pengusaha diharapkan semakin menyadari peran akses keuangan dalam perkembangan bisnis serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Cici Novanda, seorang pelaku UMKM asal Pekuncen, Banyumas, menyampaikan rasa gembiranya atas terselenggaranya expo ini karena sangat membantu dalam memperkenalkan produknya ke pasar yang lebih luas. Namun, ia berharap agar promosi acara semacam ini dapat dilakukan lebih masif di masa mendatang guna menarik lebih banyak pengunjung.
“Expo ini sangat membantu untuk promosi. Namun, ke depan saya berharap promosi acara seperti ini lebih digencarkan agar pengunjung semakin banyak,” ujar Cici yang menghadirkan beragam produk unggulan, seperti keripik pare, kacang bawang, es krim susu sapi murni, serta kopi khas Banyumas.
Sementara itu, Endah, seorang mahasiswi dari UIN Saizu Purwokerto yang turut mengunjungi pameran, menilai bahwa acara ini sangat bermanfaat dalam memperkenalkan produk-produk daerah kepada masyarakat luas. Ia juga mengapresiasi ragam produk yang dipamerkan, yang dinilainya menarik, terutama bagi generasi muda.
“Dengan adanya expo seperti ini, masyarakat jadi tahu produk-produk khas Banyumas. Produk yang ditampilkan juga menarik, terutama bagi saya dan teman-teman,” ujarnya.
Festival ini mendapatkan respons positif dari berbagai kalangan, termasuk budayawan Banyumas, Bambang Widodo. Ia menilai bahwa rangkaian acara peringatan Hari Jadi Banyumas ke-454 sangat baik karena sebelumnya juga diadakan berbagai kegiatan yang mengangkat aspek seni dan budaya. Menurutnya, acara seperti ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah dengan melibatkan UMKM.
“Sebelumnya ada kirab pusaka, tari, wayang kulit dan lain-lain. Termasuk kegiatan yang memberdayakan ekonomi kerakyatan, harus selalu ada itu,” katanya.
Selain pameran dan sosialisasi inklusi keuangan, festival ini semakin semarak dengan adanya pertunjukan musik yang turut menyemarakkan suasana. Dengan terselenggaranya Festival Inklusi Keuangan dan Banyumas Expo 2025, diharapkan masyarakat semakin mengenal produk-produk lokal serta memperoleh pemahaman lebih baik mengenai inklusi keuangan, yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.





