Misteri Unggahan Medsos SBY: Presiden Kita Hanya Satu

Redaksi

Misteri Unggahan Medsos SBY: Presiden Kita Hanya Satu
Sumber: Kompas.com

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengungkapkan alasan di balik jarang menggunakan platform X (sebelumnya Twitter) untuk berbagi pendapat. Dalam wawancara di kanal YouTube Gita Wirjawan yang tayang Kamis (19/6/2025), SBY menjelaskan preferensinya untuk berkomunikasi secara terbatas di media sosial. Ia menekankan pentingnya menjaga peran kepala negara agar tetap terhormat dan efektif.

Ia mengakui pernah mengunggah opini terkait negosiasi Indonesia dengan Amerika Serikat mengenai kebijakan tarif impor yang diterapkan Presiden Donald Trump. Namun, SBY merasa terlalu sering berkomentar di media sosial kurang tepat. Perannya sebagai mantan presiden menuntut kehati-hatian dan kesadaran akan posisi dirinya di tengah masyarakat.

SBY: Keterbatasan Berkomunikasi di Media Sosial

SBY menjelaskan alasannya menghindari unggahan di X dengan analogi matahari dan bulan. Hanya ada satu kepala negara dalam sebuah pemerintahan, seperti matahari yang menjadi pusat tata surya. Komunikasi yang berlebihan dari tokoh publik dapat mengurangi dampak pesan utama dan kurang bijak.

Ia menegaskan bahwa cuitannya terkait negosiasi Indonesia-AS dinilai tepat sasaran. Negosiasi langsung antara kedua pemerintah menjadi langkah penting dalam menghadapi kebijakan tersebut. Namun, SBY juga menyadari ketidakpastian akan efektivitas negosiasi tersebut.

Negosiasi Indonesia-AS: Harapan Transparansi

SBY menekankan pentingnya transparansi terkait hasil negosiasi tarif impor yang diimplementasikan Trump. Ia meminta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dan menteri terkait untuk menjelaskan hasil negosiasi kepada publik.

Hal ini untuk menghindari spekulasi dan memastikan masyarakat memahami proses dan hasil upaya pemerintah dalam menghadapi kebijakan tersebut. Kejelasan informasi menjadi kunci kepercayaan publik dan penting bagi stabilitas ekonomi nasional.

Peran ASEAN dalam Menghadapi Kebijakan Tarif Impor AS

SBY juga mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang berdiskusi dengan pemimpin negara ASEAN. Hal ini dinilai tepat mengingat ASEAN telah menjadi komunitas yang kuat di bidang politik, keamanan, ekonomi, dan sosial budaya sejak tahun 2003.

Kerjasama ASEAN dalam menghadapi kebijakan tarif impor AS dapat mencegah dampak negatif yang lebih luas dan rumit di antara negara-negara anggota. Solidaritas ASEAN dalam situasi global seperti ini penting untuk menjaga stabilitas regional.

Pada 2 April 2025, Presiden Donald Trump mengumumkan penerapan tarif impor sebesar 32 persen terhadap barang-barang Indonesia. Langkah ini juga diikuti penerapan tarif berbeda untuk beberapa negara lain. Presiden Prabowo Subianto kemudian berinisiatif melakukan telewicara dengan empat pemimpin negara ASEAN lain untuk membahas strategi bersama dalam menghadapi kebijakan ini.

Presiden Prabowo juga menugaskan Menko Airlangga Hartarto untuk melakukan negosiasi langsung ke Washington D.C. Usaha diplomasi langsung ini diharapkan dapat menghasilkan solusi yang menguntungkan Indonesia. Pemerintah Indonesia berupaya keras untuk mencari jalan terbaik menghadapi kebijakan ekonomi yang berdampak signifikan tersebut.

Sebagai penutup, meskipun SBY jarang aktif di media sosial, ia tetap menunjukkan kepedulian terhadap isu-isu strategis nasional dan internasional. Pernyataannya terkait negosiasi Indonesia-AS dan peran ASEAN menunjukkan pentingnya komunikasi yang terukur dan kerjasama regional dalam menghadapi tantangan global. Transparansi pemerintah terkait hasil negosiasi menjadi kunci untuk membangun kepercayaan publik dan memperkuat stabilitas ekonomi.

Also Read

Tags

Leave a Comment