Bank DKI menyalurkan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) kepada 2.094 mahasiswa baru. Penyaluran ini merupakan bagian dari komitmen Bank DKI untuk mendukung program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memajukan pendidikan. Direktur Utama Bank DKI, Agus H Widodo, menekankan pentingnya penyaluran yang tepat waktu, sasaran, dan transparan. Proses ini juga mencerminkan sinergi kuat antara Bank DKI dan Pemprov DKI Jakarta.
Program KJMU sendiri bertujuan untuk membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu namun berprestasi. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan dan membantu mereka meraih cita-cita.
Penyaluran KJMU: Tepat Sasaran dan Transparan
Agus H Widodo menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemprov DKI Jakarta, khususnya Dinas Pendidikan, kepada Bank DKI dalam mendistribusikan KJMU. Bank DKI berkomitmen untuk terus mengoptimalkan perannya sebagai bank pembangunan daerah.
Penyaluran dana KJMU dilakukan secara langsung ke rekening Bank DKI masing-masing penerima manfaat. Sistem ini diklaim meningkatkan transparansi dan efisiensi proses penyaluran bantuan.
Bank DKI memastikan proses penyaluran KJMU berjalan lancar dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan guna menghindari penyimpangan dan memastikan bantuan tepat sasaran.
KJMU: Bantuan Pendidikan untuk Mahasiswa Berprestasi
Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) merupakan program bantuan biaya pendidikan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui P4OP Dinas Pendidikan. Program ini ditujukan bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi.
Penerima manfaat KJMU adalah mahasiswa yang terdaftar di perguruan tinggi negeri maupun swasta terakreditasi. Mereka dipilih berdasarkan kriteria akademik yang ketat dan verifikasi kondisi ekonomi keluarga.
Besaran bantuan KJMU mencapai Rp 9 juta per semester. Jumlah tersebut meliputi biaya pendidikan dan uang saku sebesar Rp 750.000 per bulan.
Kriteria Penerima KJMU
Mahasiswa yang memenuhi kriteria akan mendapatkan bantuan tersebut. Proses seleksi penerima manfaat dilakukan secara transparan dan berdasarkan data yang valid.
- Berasal dari keluarga tidak mampu atau rentan secara ekonomi.
- Memiliki potensi akademik yang baik, dibuktikan dengan prestasi akademik.
- Terdaftar sebagai mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta Terakreditasi.
Dukungan Bank DKI terhadap Inklusi Keuangan dan Pendidikan
Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi, menambahkan bahwa dukungan penyaluran KJMU sejalan dengan komitmen Bank DKI dalam menyediakan layanan perbankan yang inklusif. Hal ini sejalan dengan visi Bank DKI untuk kemajuan sosial masyarakat Jakarta, khususnya di bidang pendidikan.
Bank DKI juga mengimbau para penerima manfaat untuk selalu waspada terhadap potensi penipuan. Penting bagi mahasiswa untuk menjaga kerahasiaan informasi pribadi dan PIN rekening mereka.
Bank DKI menyediakan berbagai fasilitas untuk memudahkan transaksi bagi penerima KJMU. Fasilitas tersebut meliputi aplikasi JakOne Mobile, ATM, dan EDC Bank DKI yang tersebar luas.
Penyaluran KJMU semester I tahun 2025 telah dilakukan secara bertahap sejak 27 Mei 2025. Sebanyak 16.979 mahasiswa telah menerima bantuan tersebut. Program ini diharapkan dapat terus berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Jakarta.
Keberhasilan penyaluran KJMU ini menjadi bukti nyata komitmen Bank DKI dalam mendukung program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kolaborasi antara Bank DKI dan Pemprov DKI Jakarta ini diharapkan dapat terus ditingkatkan untuk mendukung program-program serupa di masa mendatang, mendorong peningkatan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat Jakarta.





