Ancaman Daya Saing RI: Solusi Pemerintah untuk Bangkit

Redaksi

Ancaman Daya Saing RI: Solusi Pemerintah untuk Bangkit
Sumber: Detik.com

Daya saing Indonesia mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan riset World Competitiveness Ranking (WCR) 2025, Indonesia turun 13 peringkat ke posisi 40 dunia. Ini merupakan penurunan yang mengejutkan, mengingat beberapa tahun sebelumnya daya saing Indonesia menunjukkan peningkatan yang cukup pesat.

Penurunan ini diungkap oleh IMD World Competitiveness Center (WCC) pada Kamis, 19 Juni 2025. Riset tersebut melibatkan 69 negara dan menggunakan data keras serta hasil survei kepada 6.162 eksekutif.

Faktor Penurunan Peringkat Daya Saing Indonesia

WCR 2025 mempertimbangkan empat komponen utama: performa ekonomi, efisiensi pemerintah, efisiensi bisnis, dan infrastruktur. Indonesia mengalami penurunan pada tiga dari empat faktor tersebut.

Performa ekonomi Indonesia stagnan. Sementara itu, efisiensi pemerintah, efisiensi bisnis, dan infrastruktur mengalami penurunan peringkat.

Performa Ekonomi yang Menurun

Investasi internasional ke Indonesia menurun, turun dari peringkat 36 ke 42. Nilai ekspor layanan komersial Indonesia juga masih rendah, berada di peringkat 63 dari 69 negara.

Meskipun pertumbuhan PDB per kapita dan riil masih menjadi penopang performa ekonomi, peningkatan investasi dan ekspor layanan masih sangat diperlukan.

Efisiensi Pemerintah yang Lemah

Kerangka kerja institusional Indonesia mendapat penilaian buruk, turun dari peringkat 25 ke 51. Hal ini menunjukkan perlunya perbaikan dalam sistem pemerintahan.

Data WCR 2025 juga menunjukkan Indonesia tertinggal dalam hal pendidikan (peringkat 62), kesehatan dan lingkungan (peringkat 63), dan kerangka institusional pemerintah yang efektif (peringkat 51).

Efisiensi Bisnis yang Perlu Perbaikan

Efisiensi bisnis Indonesia juga perlu ditingkatkan. Aspek yang perlu diperhatikan antara lain ketersediaan tenaga kerja asing, akses ke layanan finansial, dan tingkat produktivitas keseluruhan serta tenaga kerja.

Survei menunjukkan 66,1% eksekutif Indonesia menilai kurangnya peluang ekonomi sebagai pendorong polarisasi. Ini menjadi indikator penting yang harus diperhatikan pemerintah.

Solusi Peningkatan Daya Saing Indonesia

Lembaga Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI), mitra WCC dalam penelitian ini, menyarankan pengembangan tenaga kerja produktif untuk meningkatkan daya saing ekonomi.

Integrasi strategi dari hulu ke hilir juga penting untuk menciptakan kebijakan pemerintah yang mendukung daya saing jangka panjang.

Rekomendasi IMD WCC untuk Pemerintah

IMD WCC menyarankan perbaikan struktur biaya yang tidak efektif.

Pemerintah juga perlu mempermudah prosedur pendirian perusahaan baru, meningkatkan cadangan mata uang asing per kapita, dan meningkatkan kekuatan paspor Indonesia.

Peningkatan efisiensi pemerintah dapat dicapai melalui optimalisasi pengumpulan pajak pendapatan dan pajak orang pribadi.

Kesimpulan dan Harapan

Penurunan peringkat daya saing Indonesia dalam WCR 2025 menjadi alarm bagi pemerintah. Perbaikan di berbagai sektor, mulai dari investasi asing hingga efisiensi pemerintahan dan bisnis, sangat krusial.

Dengan fokus pada pengembangan sumber daya manusia, peningkatan infrastruktur, dan reformasi birokrasi, Indonesia dapat kembali meningkatkan daya saingnya di kancah global. Pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan akademisi dalam mewujudkan hal ini tidak dapat diabaikan.

Also Read

Tags

Leave a Comment