Circle Internet Group Inc., perusahaan di balik stablecoin USDC, sukses meraih pendanaan besar melalui penawaran umum perdana (IPO). IPO ini berhasil mengumpulkan hampir USD 1,1 miliar atau sekitar Rp 17,9 triliun (kurs Rp 16.303 per dolar AS). Keberhasilan ini melampaui ekspektasi dan menunjukkan kepercayaan pasar yang tinggi terhadap perusahaan teknologi finansial di sektor aset digital.
Pencapaian ini menjadi bukti kuatnya potensi pertumbuhan pasar stablecoin. Keberadaan Circle di bursa saham juga diharapkan dapat mendorong adopsi stablecoin secara lebih luas.
Sukses IPO Circle dan Lonjakan Permintaan Investor
Circle berhasil menjual sekitar 34 juta saham pada harga USD 31 per lembar. Harga ini berada di atas kisaran target awal, menunjukkan tingginya minat investor. Permintaan saham Circle bahkan tercatat 25 kali lipat dari jumlah saham yang tersedia.
Proses pemesanan saham pun ditutup lebih cepat dari jadwal. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek Circle dan masa depan stablecoin. Nilai pasar Circle setelah IPO mencapai USD 6,9 miliar, bahkan mencapai USD 8,1 miliar jika memperhitungkan opsi saham karyawan dan lainnya.
Dampak Regulasi terhadap Stablecoin
IPO Circle terjadi di tengah perkembangan regulasi stablecoin di Amerika Serikat. Undang-undang yang tengah dibahas di Kongres AS diharapkan dapat memberikan legitimasi dan mendorong adopsi stablecoin.
Regulasi yang jelas akan memberikan kepastian hukum dan kepercayaan lebih besar bagi investor. Ini dapat membuka peluang investasi yang lebih besar di sektor ini.
Pertimbangan Bank Besar dan Dominasi Pasar USDC
Beberapa bank besar di Wall Street sedang mempertimbangkan untuk menerbitkan stablecoin mereka sendiri. Hal ini menunjukkan potensi besar pertumbuhan pasar stablecoin di masa depan.
USDC, stablecoin yang dikeluarkan Circle, menguasai sekitar 29% pangsa pasar stablecoin global hingga akhir Maret 2025. Total sirkulasi USDC mencapai sekitar USD 61 miliar pada 29 Mei 2025.
Detail Penawaran Saham Circle
Circle menjual 14,8 juta saham langsung, dan pemegang saham lain melepas 19,2 juta saham. Target IPO awalnya adalah 24 juta saham dengan harga USD 24-26 per lembar.
Namun, karena tingginya permintaan, target dinaikkan menjadi 32 juta saham dengan harga USD 27-28 sebelum akhirnya ditetapkan di USD 31.
Antisipasi Peningkatan Minat IPO Sektor Kripto
Chris Taylor, Wakil Presiden NYSE, memprediksi peningkatan minat IPO sektor kripto di tahun 2025. Ia melihat potensi besar di sektor ini dan optimis dengan perubahan regulasi di SEC.
Perusahaan kripto, seperti Kraken, juga menunjukkan minat untuk go public di bursa AS. Kraken bahkan dikabarkan mengumpulkan dana hingga USD 100 juta untuk IPO di Wall Street. Selain Circle dan Kraken, Telegram juga sedang mempersiapkan IPO.
IPO Circle menandai tonggak penting bagi industri kripto. Suksesnya IPO ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap stablecoin dan potensi pertumbuhannya di masa depan. Perkembangan regulasi dan minat bank besar semakin memperkuat prospek positif sektor ini. Meskipun demikian, penting bagi investor untuk melakukan riset dan analisis menyeluruh sebelum melakukan investasi di pasar kripto yang masih cukup fluktuatif.





