Dalio: Bahaya Obligasi AS, Utang Rp594 Kuadriliun Mengancam?

Redaksi

Dalio: Bahaya Obligasi AS, Utang Rp594 Kuadriliun Mengancam?
Sumber: Kompas.com

Investor kawakan Ray Dalio kembali mengingatkan dunia tentang bahaya kondisi fiskal Amerika Serikat yang semakin memburuk. Lonjakan utang dan defisit anggaran negara adikuasa itu, menurutnya, telah mencapai titik kritis dan berpotensi memicu guncangan di pasar obligasi global. Peringatan ini disampaikan Dalio di acara Paley Media Council di New York beberapa waktu lalu.

Kekhawatiran Dalio bukan tanpa dasar. Tingginya utang AS yang terus membengkak selama bertahun-tahun, kini berdampak nyata pada pasar. Investor menuntut imbal hasil yang lebih tinggi untuk mau membeli surat utang pemerintah AS.

Utang AS yang Mengguncang Pasar Obligasi Global

Permintaan imbal hasil yang lebih tinggi ini dipicu oleh dua faktor utama. Pertama, prospek fiskal AS yang semakin suram. Kedua, penurunan peringkat kredit AS oleh lembaga pemeringkat Moody’s beberapa waktu lalu. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun menjadi bukti nyata dari kekhawatiran ini. Pada tanggal 23 Mei 2025, imbal hasil tersebut mencapai 5,14 persen, angka tertinggi sejak tahun 2023.

Kondisi ini diperparah oleh biaya pinjaman pemerintah yang terus meningkat. Belanja negara yang terus bertambah, di sisi lain, tidak diimbangi oleh penerimaan pajak yang justru menurun. Akibatnya, defisit anggaran AS pun melambung tinggi.

Defisit Anggaran yang Membengkak

Total utang pemerintah AS kini telah melampaui angka 36 triliun dollar AS, atau sekitar Rp 594 kuadriliun (dengan kurs Rp 16.500 per dollar AS). Angka ini menunjukkan betapa besarnya beban utang yang ditanggung Amerika Serikat. Pada tahun 2024, pembayaran bunga utang bahkan menjadi pos pengeluaran terbesar keempat pemerintah AS, setelah jaminan sosial, pertahanan, dan layanan kesehatan.

Dalio memprediksi defisit anggaran AS akan mencapai 6,5 persen dari PDB. Menurutnya, angka ini sudah melampaui batas toleransi pasar. Kondisi ini semakin diperparah oleh minimnya optimisme terhadap kemampuan para politisi di Washington untuk mencapai kesepakatan dalam mengurangi beban utang negara.

Krisis yang Mengintai dalam Tiga Tahun Mendatang?

Dalio menyatakan pesimismenya terhadap kemampuan para politisi AS untuk mengatasi masalah ini. Baru-baru ini, DPR AS mengesahkan RUU yang justru menurunkan pajak dan menambah anggaran pertahanan. RUU ini, yang masih menunggu pembahasan di Senat, berpotensi menambah utang pemerintah AS hingga triliunan dollar AS dan memperlebar defisit.

Kenaikan tarif impor juga menambah kekhawatiran, karena berpotensi mendorong inflasi dan menekan harga obligasi, sehingga imbal hasil semakin meningkat. Dalio, dengan lugas, menyatakan realitas yang dihadapinya: ia tidak optimistis bahwa situasi ini akan membaik dalam waktu dekat. Ia melihat bahwa politik AS saat ini lebih cenderung pada pembagian keuntungan daripada pengurangan defisit. Peringatannya tentang potensi krisis dalam tiga tahun mendatang patut menjadi perhatian serius bagi seluruh dunia. Kondisi fiskal AS yang memburuk berpotensi menimbulkan dampak domino pada ekonomi global.

Also Read

Tags

Leave a Comment