DANA Perangi Penipuan Digital: Posko Bantuan Keliling Hadir!

Redaksi

DANA Perangi Penipuan Digital: Posko Bantuan Keliling Hadir!
Sumber: Kompas.com

Digitalisasi telah membawa banyak kemudahan, namun juga meningkatkan risiko kejahatan siber. Pelaku kejahatan mengincar siapa pun, tanpa memandang tingkat pengalaman pengguna teknologi. Laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Satgas PASTI menunjukkan betapa seriusnya masalah ini.

Hingga 23 Mei 2025, tercatat 128.281 laporan penipuan digital melalui IASC, dengan kerugian mencapai Rp 2,6 triliun. Jumlah rekening yang terlibat juga sangat tinggi, mencapai 208.233 rekening, meskipun hanya sekitar 47.891 yang berhasil diblokir. Situasi ini memprihatinkan dan mencerminkan kerentanan keamanan siber di Indonesia.

Ancaman Siber yang Meningkat di Indonesia dan Global

Skor indeks keamanan siber Indonesia hanya 63,64 dari 100, menempatkan Indonesia di peringkat 49 dari 176 negara. Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan keamanan siber secara nasional. Tidak hanya di Indonesia, dunia juga menghadapi lonjakan serangan siber yang semakin kompleks.

Laporan World Economic Forum menyebutkan tahun 2025 diwarnai serangan siber berbasis kecerdasan buatan (AI), termasuk ransomware dan rekayasa sosial. Sepanjang 2024 saja, terjadi 3.158 pelanggaran data dengan 1,3 miliar korban, meningkat 211 persen. Semua kelompok usia rentan, bukan hanya lansia.

Masyarakat Rentan dan Kebutuhan Solusi Responsif

Lansia memang rentan karena rendahnya literasi digital. Namun, generasi Z juga menjadi target empuk penipuan, sementara milenial paling sering mengalami kehilangan data pribadi. Kondisi ini menuntut solusi yang responsif dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kehadiran layanan bantuan yang cepat dan informatif sangat krusial dalam menghadapi situasi ini. Bukan hanya sistem keamanan yang dibutuhkan, tetapi juga akses mudah untuk melapor, bertanya, dan belajar melindungi diri dari ancaman digital.

DANA Hadirkan Posko Bantuan Keliling: Bantuan Langsung dan Edukasi Digital

Menjawab kebutuhan tersebut, DANA meluncurkan Posko Bantuan Keliling. Program ini bertujuan membantu pengguna mengatasi kendala transaksi dan meningkatkan pemahaman keamanan digital. Targetnya adalah 50.000 pengguna secara langsung dan 1 juta pengguna secara daring.

Posko ini menyediakan layanan pelaporan, pendampingan, dan edukasi. Sasarannya beragam, termasuk UMKM, lansia, dan pengguna awam yang sering menjadi target penipuan karena kurangnya literasi digital. Pengguna dapat melaporkan masalah, memperbarui aplikasi, berkonsultasi keamanan transaksi, dan menggunakan fitur Scam Checker untuk memverifikasi tautan dan akun mencurigakan.

Aksesbilitas Posko Bantuan Keliling

Posko Bantuan Keliling diadakan secara offline dan online. Kegiatan perdana berlangsung di empat titik strategis di Jakarta pada 5-6 Juni 2025. Ke depannya, posko akan hadir di berbagai wilayah di Indonesia secara bertahap.

Layanan daring tersedia melalui live streaming di aplikasi DANA, Instagram, dan TikTok setiap Kamis pukul 17.00-18.00 WIB. Pengguna dapat mengajukan aduan dan mendapatkan edukasi keamanan transaksi digital. Sistem tiket aduan melalui fitur DIANA di aplikasi DANA memudahkan proses pelaporan.

  • Juni-Juli 2025: Jakarta.
  • Agustus-September 2025: Jabodetabek.
  • Oktober-November 2025: Depok, Bandung, Surabaya, Malang.
  • Desember 2025-Januari 2026: Medan, Deli Serdang, Palembang, Banyuasin.

Dengan menggabungkan layanan offline dan online, DANA berupaya menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Informasi lengkap jadwal dan lokasi posko dapat diakses melalui Instagram @dana.id dan TikTok @dana.indonesia.

Melalui Posko Bantuan Keliling, DANA menunjukkan komitmennya membangun ekosistem digital yang aman dan inklusif. Inisiatif ini tidak hanya melindungi pengguna, tetapi juga mempromosikan literasi digital yang lebih baik di Indonesia. Dengan pendekatan holistik, DANA berperan sebagai mitra perlindungan yang responsif terhadap kebutuhan pengguna di era digital yang penuh tantangan.

Also Read

Tags

Leave a Comment