Perubahan jadwal rilis data ekspor impor oleh Badan Pusat Statistik (BPS) telah menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran. Jadwal rilis yang sebelumnya di pertengahan bulan, kini diundur ke awal bulan. Hal ini memicu spekulasi, terutama di tengah negosiasi perdagangan yang alot antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto telah memberikan klarifikasi terkait hal ini. Ia menekankan independensi BPS dalam pelaporan statistik.
Independensi BPS dalam Merilis Data
Airlangga menegaskan bahwa pemerintah tidak ikut campur dalam proses penyusunan data oleh BPS. Lembaga statistik tersebut tetap bekerja secara independen.
“Kalau BPS selalu independen dalam melaporkan statistik,” tegas Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (15/5/2025).
Ia juga membantah adanya kekhawatiran terkait kemungkinan memburuknya data ekspor impor. “Tidak ada kita kekhawatiran,” ujarnya singkat.
Alasan Perubahan Jadwal Rilis Data Ekspor Impor
BPS sendiri telah mengeluarkan keterangan resmi terkait perubahan jadwal rilis data. Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas data.
Data ekspor impor yang sebelumnya dirilis di pertengahan bulan merupakan data sementara. Dengan merilis data di awal bulan, BPS memastikan data yang disampaikan sudah berupa angka tetap dan lebih akurat.
“Dalam rangka meningkatkan kualitas data, BPS akan merilis angka tetap perkembangan ekspor impor di setiap awal bulan,” demikian pernyataan resmi BPS.
Konteks Negosiasi Dagang Indonesia-AS
Perubahan jadwal rilis data ini terjadi di tengah masa tunggu 90 hari pemberlakuan kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) terhadap Indonesia. Indonesia dikenakan tarif dagang sebesar 32%.
Negosiasi antara Indonesia dan AS masih berlangsung. Data ekspor impor yang akurat dan tepat waktu sangat krusial dalam proses negosiasi ini, karena akan menjadi indikator penting dalam menentukan strategi perdagangan ke depan.
Meskipun BPS menekankan independensi dan peningkatan kualitas data sebagai alasan perubahan jadwal, tetap penting untuk melihat konteks negosiasi perdagangan Indonesia-AS yang sedang berlangsung. Transparansi dan kejelasan informasi sangat dibutuhkan agar publik dapat memahami dinamika perdagangan internasional yang sedang dihadapi Indonesia.
Dampak Perubahan Jadwal Terhadap Pasar
Perubahan jadwal rilis data tentu akan berdampak pada pasar, terutama bagi pelaku usaha yang sangat bergantung pada data ekspor impor untuk pengambilan keputusan bisnis.
Meskipun BPS mengklaim data yang dirilis di awal bulan akan lebih akurat, para pelaku usaha perlu beradaptasi dengan jadwal baru ini dan mempertimbangkan potensi fluktuasi pasar yang mungkin terjadi.
Kejelasan dan ketersediaan informasi yang tepat waktu tetap menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar.
Kesimpulannya, perubahan jadwal rilis data ekspor impor oleh BPS, meskipun diklaim untuk meningkatkan kualitas data, tetap perlu dikaji secara menyeluruh dampaknya terhadap pelaku usaha dan pasar. Transparansi dan komunikasi yang efektif dari BPS dan pemerintah sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik dan menghindari spekulasi yang tidak perlu.





