PT Bank DBS Indonesia merespon penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) dengan menurunkan bunga deposito. Keputusan ini sejalan dengan imbauan Gubernur BI, Perry Warjiyo, kepada perbankan nasional untuk menurunkan suku bunga kredit dan deposito setelah BI rate turun dua kali pada Januari dan Mei 2025. Langkah ini diharapkan dapat mendorong konsumsi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.
Penurunan BI rate, yang masing-masing sebesar 25 basis poin pada bulan Januari dan Mei, telah mendorong DBS Indonesia untuk menyesuaikan suku bunga depositonya. Langkah ini dinilai positif karena bertujuan untuk menggenjot perekonomian nasional.
DBS Indonesia Turunkan Bunga Deposito Sesuai Imbauan BI
Head of Investment and Insurance Product Bank DBS Indonesia, Djoko Soelistyo, menyatakan bahwa pihaknya mengikuti imbauan bank sentral untuk menyesuaikan bunga kredit dan deposito. Keputusan ini diambil karena dinilai sebagai langkah positif untuk pertumbuhan ekonomi.
Penyesuaian bunga deposito dilakukan karena bank DBS Indonesia percaya bahwa kebijakan pemerintah ini berdampak positif bagi perekonomian. Mereka berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Penyesuaian Bunga Deposito Berdasarkan Tenor dan Jumlah Dana
Head of Segmentation and Liabilities Bank DBS Indonesia, Natalina Syabana, menjelaskan bahwa penurunan suku bunga deposito tidak diterapkan secara merata. Penyesuaiannya bergantung pada jangka waktu penyimpanan (tenor) dan jumlah dana yang ditempatkan (amount).
Penurunan bunga deposito lebih signifikan untuk tenor pendek dan jumlah dana yang lebih kecil. Sebaliknya, deposito bertenor panjang dan jumlah dana besar masih ditawarkan dengan suku bunga yang lebih tinggi, bahkan hingga 6 persen.
Kebijakan Bunga Deposito Berdasarkan Tenor dan Jumlah
Untuk deposito dengan tenor pendek dan jumlah dana kecil, DBS Indonesia telah menurunkan bunga sesuai dengan penurunan BI rate. Ini bertujuan untuk merangsang aktivitas ekonomi di kalangan masyarakat dengan dana terbatas.
Namun, untuk deposito bertenor panjang dan jumlah dana besar, suku bunga tetap tinggi untuk memenuhi kebutuhan likuiditas bank. Strategi ini bertujuan untuk menarik dana jangka panjang yang dibutuhkan untuk operasional bank.
- Deposito tenor pendek dan dana kecil: Penurunan bunga signifikan.
- Deposito tenor panjang dan dana besar: Bunga tetap tinggi (hingga 6 persen).
Kebijakan ini mempertimbangkan kebutuhan likuiditas bank dan bertujuan untuk menyeimbangkan antara dukungan terhadap perekonomian dan kebutuhan operasional internal.
Dampak Penurunan Bunga Deposito Terhadap Aliran Dana Nasabah
Djoko Soelistyo mengamati bahwa penurunan bunga deposito belum menyebabkan pergeseran signifikan aliran dana nasabah ke instrumen investasi lain. Pertumbuhan investasi dan deposito di DBS Indonesia tetap sejalan.
Meskipun bunga deposito turun, pertumbuhan investasi di DBS Indonesia tetap terjaga. Hal ini menunjukkan bahwa strategi penyesuaian bunga yang dilakukan bank efektif.
DBS Indonesia menawarkan deposito dengan tenor 1, 3, 6, 9, dan 12 bulan, dengan penempatan dana mulai dari Rp 1 juta hingga lebih dari Rp 500 juta. Suku bunga deposito bervariasi tergantung tenor dan jumlah dana yang didepositokan.
Suku bunga terendah adalah 4 persen untuk penempatan Rp 1 juta hingga Rp 4,9 juta dengan tenor 1 bulan. Sementara suku bunga tertinggi mencapai 5 persen untuk penempatan lebih dari Rp 500 juta dengan tenor 3 bulan.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menekankan pentingnya penurunan suku bunga kredit agar penurunan BI rate berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi. Penurunan suku bunga kredit diyakini akan mendorong penyaluran kredit yang mendukung pertumbuhan ekonomi.
Meskipun suku bunga perbankan sudah mulai turun, namun penurunannya masih terbatas. Suku bunga kredit nasional pada Mei 2025 turun sedikit menjadi 9,18 persen dari 9,19 persen pada bulan sebelumnya.
Suku bunga deposito tenor 1 bulan juga mengalami penurunan menjadi 4,81 persen pada Mei 2025 dari 4,83 persen pada April 2025. Penurunan ini menunjukkan respon positif perbankan terhadap penurunan BI rate.
Penyesuaian bunga deposito oleh DBS Indonesia merupakan salah satu contoh bagaimana perbankan merespon penurunan BI rate. Langkah ini diharapkan dapat berkontribusi pada upaya pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui peningkatan konsumsi masyarakat dan penyaluran kredit yang lebih optimal.





