Ekspor Kelapa Lanjut: Harga Mahal? Ini Penjelasannya!

Redaksi

Ekspor Kelapa Lanjut: Harga Mahal? Ini Penjelasannya!
Sumber: Detik.com

Harga kelapa di Indonesia tengah meroket, bahkan mencapai dua kali lipat di beberapa pasar tradisional. Kondisi ini memicu perdebatan terkait kebijakan ekspor kelapa.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menghentikan ekspor kelapa meskipun harga dalam negeri melambung tinggi. Ia justru mendorong peningkatan produksi dalam negeri sebagai solusi utama.

Ekspor Kelapa Tetap Berjalan, Petani Didorong Tingkatkan Produksi

Zulhas berpendapat bahwa harga kelapa yang tinggi justru menguntungkan petani. Hal ini mendorong mereka untuk melakukan penanaman ulang dan meningkatkan produktivitas.

Ia menegaskan penolakan terhadap penghentian ekspor kelapa. Menurutnya, peningkatan produksi menjadi kunci utama mengatasi kelangkaan dan menstabilkan harga.

Tingginya Permintaan Ekspor ke China Jadi Penyebab Kelangkaan

Zulhas menjelaskan bahwa tingginya permintaan ekspor, terutama dari China, menjadi penyebab utama kelangkaan kelapa di dalam negeri. Kelapa Indonesia banyak diolah menjadi santan dan digunakan dalam produk minuman di China.

Permintaan yang tinggi ini telah membuat stok kelapa di dalam negeri menipis, sehingga mendorong kenaikan harga secara signifikan.

Kenaikan Harga Dua Kali Lipat di Pasar Tradisional

Laporan dari detikcom mencatat kenaikan harga kelapa parut di sejumlah pasar tradisional hingga dua kali lipat. Di Pasar Rawa Bebek, Bekasi misalnya, harga satu butir kelapa parut bisa mencapai Rp 25.000.

Kondisi ini jauh berbeda dengan harga normal, yang berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per butir, tergantung ukuran.

Usulan Moratorium Ekspor dari Kemenperin

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sempat mengusulkan moratorium ekspor kelapa bulat selama 3 hingga 6 bulan. Langkah ini bertujuan untuk menstabilkan pasokan dalam negeri.

Kemenperin menilai kelangkaan kelapa telah berdampak negatif pada industri pengolahan kelapa, termasuk ancaman terhadap lapangan kerja.

Perdebatan terkait kebijakan ekspor kelapa masih berlanjut. Di satu sisi, ekspor memberikan keuntungan bagi petani. Di sisi lain, kelangkaan di pasar domestik berdampak pada industri pengolahan dan konsumen. Solusi jangka panjang berupa peningkatan produksi dan diversifikasi pasar ekspor menjadi kunci mengatasi masalah ini. Pemerintah perlu memastikan keseimbangan antara kepentingan petani, industri, dan konsumen dalam menghadapi fluktuasi harga kelapa.

Also Read

Tags

Leave a Comment