Indonesia, sebagai salah satu produsen rumput laut terbesar dunia, mencatatkan nilai ekspor mencapai US$ 300 juta atau sekitar Rp 4,9 triliun (kurs Rp 16.360). Angka ini menunjukkan potensi besar komoditas kelautan ini bagi perekonomian nasional.
Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengembangkan sektor rumput laut secara berkelanjutan. Hal ini tercermin dalam pengembangan National Seaweed Roadmap yang fokus pada peningkatan produktivitas dan diversifikasi produk.
Potensi Rumput Laut dalam Ekonomi Maritim Indonesia
Dengan produksi mencapai 9,75 juta ton, rumput laut menjadi pilar penting dalam ketahanan pangan, ekonomi pesisir, dan upaya mitigasi perubahan iklim. Hal ini disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Dandy Satria Iswara.
Indonesia juga aktif dalam kancah internasional, menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Global Seaweed Coalition dalam UN Ocean Conference 2025. Kolaborasi global ini diharapkan mampu mendorong keberlanjutan sektor rumput laut secara menyeluruh.
Hilirisasi Rumput Laut: Menuju Pasar Global yang Lebih Luas
Potensi rumput laut tak hanya terbatas pada ekspor dalam bentuk mentah. Kementerian Perindustrian memproyeksikan nilai pasar produk hilir rumput laut mencapai US$ 11,8 miliar atau sekitar Rp 192,34 triliun pada tahun 2030.
Proyeksi ini berdasarkan laporan The Global Seaweed: New and Emerging Market Report tahun 2023. Laporan tersebut mengidentifikasi berbagai produk turunan rumput laut yang memiliki potensi pasar besar.
Produk Turunan Rumput Laut Bernilai Tinggi
Berbagai produk turunan rumput laut telah diidentifikasi memiliki potensi pasar yang besar. Beberapa diantaranya adalah biostimulan, bioplastik, aditif pakan hewan, nutraseutikal, protein alternatif, produk farmasi, dan bahkan tekstil.
Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, menjelaskan bahwa diversifikasi produk ini merupakan kunci untuk meningkatkan nilai tambah rumput laut. Hal ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja baru.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Meskipun memiliki potensi yang sangat besar, pengembangan sektor rumput laut di Indonesia tetap menghadapi tantangan. Tantangan tersebut antara lain adalah peningkatan produktivitas, pengembangan teknologi pengolahan, dan pemasaran produk hilir.
Pemerintah perlu terus berupaya meningkatkan infrastruktur dan memberikan dukungan kepada para pelaku usaha. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan akademisi juga sangat penting untuk mendorong inovasi dan pengembangan sektor rumput laut.
- Peningkatan akses teknologi dan informasi bagi petani rumput laut.
- Pengembangan infrastruktur pengolahan dan penyimpanan rumput laut yang memadai.
- Penguatan branding dan pemasaran produk rumput laut Indonesia di pasar global.
Kesimpulannya, rumput laut Indonesia menyimpan potensi ekonomi yang luar biasa. Dengan strategi yang tepat dan kolaborasi yang kuat, Indonesia dapat memanfaatkan potensi ini secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat perekonomian nasional. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus terus berupaya untuk mengatasi tantangan yang ada dan membuka peluang baru di sektor ini. Suksesnya hilirisasi rumput laut akan menentukan seberapa besar Indonesia dapat merasakan manfaat ekonomi dari komoditas kelautan ini.





