Harga Pangan Nasional Naik Sedikit: Waspadai Lonjakan Terbaru!

Redaksi

Harga Pangan Nasional Naik Sedikit: Waspadai Lonjakan Terbaru!
Sumber: Pikiran-rakyat.com

Harga Pangan Nasional Mengalami Kenaikan Tipis: Bawang Merah, Cabai, dan Daging Sapi Ikut Naik

Pasar pangan nasional mencatat sedikit peningkatan harga beberapa komoditas pada Jumat, 23 Agustus 2024. Kenaikan ini, meskipun terbilang tipis, perlu menjadi perhatian mengingat dampaknya terhadap daya beli masyarakat. Badan Pangan Nasional (Bapanas) secara aktif memantau situasi ini.

Data Panel Harga Bapanas menunjukkan adanya peningkatan harga pada sejumlah komoditas penting. Kenaikan ini terjadi di tengah upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan.

Kenaikan Harga Bawang Merah dan Rempah-Rempah

Harga bawang merah mengalami kenaikan menjadi Rp25.920 per kilogram. Kenaikan ini diikuti oleh komoditas lainnya seperti bawang putih, cabai merah keriting, dan cabai rawit merah.

Bawang putih bonggol naik 1,25 persen menjadi Rp40.350/kg. Sementara itu, harga cabai merah keriting meningkat 2,51 persen menjadi Rp44.940/kg.

Harga cabai rawit merah juga ikut naik 1,62 persen, mencapai Rp58.970/kg. Peningkatan harga rempah-rempah ini tentunya berdampak pada harga makanan jadi.

Peningkatan Harga Protein Hewani

Selain rempah-rempah, beberapa komoditas protein hewani juga menunjukkan tren peningkatan harga. Kenaikan ini perlu diwaspadai karena dapat mempengaruhi anggaran rumah tangga.

Harga daging ayam ras naik 1% menjadi Rp35.560/kg. Sedangkan harga daging sapi murni mengalami kenaikan tipis 0,04% menjadi Rp135.790/kg.

Telur ayam ras juga ikut naik 1,43%, mencapai harga Rp29.090 per kilogram. Pemantauan harga komoditas ini penting untuk mengantisipasi potensi inflasi.

Beras dan Komoditas Pangan Lainnya

Harga beras medium dan beras yang disalurkan melalui Stabilitas Harga Pangan (SHP) Bulog mengalami kenaikan tipis. Beras premium mencatat kenaikan 0,77% menjadi Rp15.710/kg.

Komoditas lain seperti garam halus beryodium, jagung, tepung terigu, minyak goreng, gula konsumsi, kedelai biji kering impor, dan ikan juga mengalami kenaikan kecil. Faktor-faktor yang memengaruhi kenaikan harga ini beragam dan kompleks.

Kenaikan harga-harga tersebut, meskipun tergolong kecil, tetap menjadi indikator penting bagi pemerintah untuk mengambil langkah-langkah antisipatif. Hal ini demi memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan di masa mendatang.

Analisis dan Langkah Antisipatif

Penting untuk menganalisis penyebab kenaikan harga komoditas pangan ini secara mendalam. Faktor-faktor seperti cuaca ekstrem, gangguan distribusi, dan fluktuasi pasar global perlu dipertimbangkan.

Bapanas bertugas untuk terus memantau dan melaporkan secara berkala pergerakan harga komoditas pangan. Informasi ini krusial bagi pemerintah untuk merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.

Pemerintah perlu memperkuat kerjasama dengan para petani dan pelaku usaha dalam rantai pasok pangan. Langkah-langkah seperti pemberian subsidi, bantuan infrastruktur, dan pelatihan pertanian dapat membantu menstabilkan harga.

Selain itu, perlu juga dilakukan diversifikasi pangan untuk mengurangi ketergantungan pada beberapa komoditas tertentu. Peningkatan efisiensi distribusi juga dapat membantu menekan harga di tingkat konsumen.

Pemerintah berkomitmen untuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat. Upaya pengawasan dan intervensi pasar akan terus dilakukan untuk meminimalisir dampak kenaikan harga terhadap daya beli masyarakat. Pemantauan yang ketat dan strategi yang tepat akan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga pangan di masa mendatang.

Also Read

Tags

Leave a Comment