Platform pinjaman online (P2P lending) Akseleran tengah menghadapi masalah gagal bayar yang signifikan. Komisaris Utama sekaligus Co-Founder Akseleran, Ivan Nikolas Tambunan, mengakui adanya permasalahan ini dan menyatakan tengah berupaya untuk menyelesaikannya.
Permasalahan ini telah berdampak pada sejumlah pemberi pinjaman (lenders) di platform Akseleran. Pihak manajemen tengah berupaya keras untuk memulihkan keadaan dan meminimalisir kerugian para lenders.
Gagal Bayar Akseleran: Pinjaman Macet Mencapai Rp 178,27 Miliar
Total pendanaan yang mengalami gagal bayar mencapai Rp 178,27 miliar. Jumlah ini berasal dari pendanaan yang diberikan kepada enam penerima dana (borrower) dan afiliasinya.
Kegagalan pembayaran ini terjadi secara bersamaan pada Maret 2025. Informasi detail mengenai situasi ini telah disampaikan kepada para lenders pada saat itu.
Upaya Pemulihan Akseleran: Penagihan dan Pencarian Investor Baru
Saat ini, fokus utama Akseleran adalah melakukan penagihan kepada para penerima pinjaman yang bermasalah. Pihak manajemen berharap upaya ini dapat meminimalisir kerugian para lenders.
Selain penagihan, Akseleran juga sedang mencari investor baru. Diharapkan suntikan modal ini dapat membantu perusahaan untuk mengatasi masalah gagal bayar dan melakukan pemulihan.
Ivan Nikolas Tambunan berharap adanya pemulihan (recovery) bagi para lenders. Pernyataan ini menunjukkan komitmen Akseleran untuk menyelesaikan permasalahan ini.
Analisis Gagal Bayar dan Peran Asuransi Kredit
Manajemen Akseleran menjelaskan adanya upaya refinancing yang dilakukan oleh direktur utama dan Chief Risk Officer. Upaya ini bertujuan untuk memulihkan pendanaan yang macet, namun sayangnya gagal.
Direktur keuangan, direktur legal dan compliance, serta komisaris Akseleran tidak dilibatkan dalam refinancing dan baru mengetahuinya pada awal Februari 2025. Program refinancing pun telah dihentikan.
Asuransi kredit yang dimiliki Akseleran hanya memberikan perlindungan 75-99 persen dari total outstanding pinjaman. Namun, karena jumlah gagal bayar yang besar dan bersamaan, perlindungan asuransi tersebut dinilai tidak mencukupi.
Besaran premi asuransi ditentukan berdasarkan riwayat tingkat gagal bayar di platform Akseleran. Oleh karena itu, perlindungan asuransi tidak dapat menanggung seluruh kerugian akibat gagal bayar ini.
Akseleran kini tengah memaksimalkan upaya penagihan (collection) terhadap pendanaan yang gagal bayar. Upaya ini bertujuan untuk meminimalisir jumlah outstanding pinjaman yang gagal bayar setelah 90 hari sejak jatuh tempo.
Daftar Penerima Dana yang Mengalami Kredit Macet
- PT PDB beserta afiliasinya: Rp 42,29 miliar
- PT EFI beserta afiliasinya: Rp 46,55 miliar
- PT PPD beserta afiliasinya: Rp 59,03 miliar
- PT CPM beserta afiliasinya: Rp 9,58 miliar
- PT ABA beserta afiliasinya: Rp 15,54 miliar
- PT IBW beserta afiliasinya: Rp 5,25 miliar
Total pendanaan yang diberikan kepada enam borrower tersebut mencapai Rp 178,27 miliar. Jumlah ini menunjukkan skala besarnya masalah gagal bayar yang dihadapi Akseleran.
Akseleran telah menghentikan penyaluran pendanaan baru sementara waktu. Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk fokus menyelesaikan permasalahan gagal bayar yang ada.
Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi industri fintech P2P lending di Indonesia. Perlu adanya peningkatan pengawasan dan manajemen risiko yang lebih ketat untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Transparansi dan komunikasi yang efektif antara platform, lenders, dan borrower juga sangat krusial untuk membangun kepercayaan dan stabilitas di industri ini.





