Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah pada perdagangan Kamis (19/6/2025). Pergerakan ini mencerminkan dinamika ekonomi global yang kompleks dan pengaruh kebijakan moneter internasional.
Pelemahan rupiah ini terjadi di tengah berbagai faktor, termasuk pernyataan The Fed yang kurang sesuai ekspektasi pasar dan meningkatnya harga minyak mentah dunia. Mari kita telusuri lebih dalam faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan rupiah hari ini.
Pernyataan The Fed dan Dampaknya terhadap Rupiah
Pernyataan The Federal Reserve (The Fed) kemarin dinilai pasar kurang dovish (longgar) dari yang diperkirakan.
Meskipun The Fed masih memberi sinyal akan memangkas suku bunga dua kali tahun ini, tetapi mereka menekankan prosesnya tidak akan terburu-buru. Hal ini menahan pelemahan dolar AS.
Keputusan The Fed ini, dikombinasikan dengan situasi geopolitik yang masih tegang di Timur Tengah, menciptakan ketidakpastian di pasar dan berpotensi mengganggu ekonomi global.
Meningkatnya Harga Minyak dan Tekanan terhadap Rupiah
Harga minyak mentah dunia telah meningkat tajam, sekitar 17 persen.
Kenaikan harga minyak ini meningkatkan daya beli dolar AS, sehingga mata uang ini berpeluang menguat terhadap mata uang lainnya, termasuk rupiah.
Kenaikan harga minyak juga berdampak pada inflasi global dan menciptakan tekanan tambahan terhadap nilai tukar rupiah.
Analisis dan Prediksi Pergerakan Rupiah
Ariston Tjendra, Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, memprediksi potensi pelemahan rupiah hingga level Rp 16.380 per dolar AS.
Ia menambahkan, level support (penopang) diperkirakan berada di sekitar Rp 16.300 per dolar AS.
Prediksi ini mempertimbangkan berbagai faktor yang telah diuraikan sebelumnya, termasuk pernyataan The Fed dan kenaikan harga minyak.
Kurs Rupiah di Beberapa Bank Besar Indonesia
Pada Rabu (18/6/2025), kurs tengah Jisdor menunjukkan rupiah menguat di level Rp 16.319 per dolar AS, dibandingkan Rp 16.281 per dolar AS pada Selasa (17/6/2025).
Namun, pada perdagangan Kamis, beberapa bank besar di Indonesia mencatatkan kurs jual yang berbeda-beda.
- BRI: Jual Rp 16.375, Beli Rp 16.347
- Bank Mandiri: Jual Rp 16.345, Beli Rp 16.315
- BNI: Jual Rp 16.370, Beli Rp 16.350
- BCA: Jual Rp 16.373, Beli Rp 16.353
- CIMB Niaga: Jual Rp 16.331, Beli Rp 16.306
Perbedaan kurs jual beli ini mencerminkan mekanisme pasar dan strategi masing-masing bank.
Kesimpulannya, pelemahan rupiah terhadap dolar AS pada Kamis (19/6/2025) merupakan hasil dari berbagai faktor yang saling berkaitan, mulai dari kebijakan moneter global, gejolak geopolitik, hingga fluktuasi harga komoditas. Pemantauan terus menerus terhadap perkembangan ekonomi global dan kebijakan domestik sangat penting untuk memahami pergerakan nilai tukar rupiah ke depannya.
Ketidakpastian ekonomi global dan dinamika pasar akan terus menjadi faktor penentu pergerakan nilai tukar rupiah. Penting bagi pelaku pasar dan masyarakat untuk selalu mengikuti perkembangan terkini dan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut dalam pengambilan keputusan keuangan.





