Rupiah Tertekan, Nilai Tukar Melemah: Analisis Terbaru Hari Ini

Redaksi

Rupiah Tertekan, Nilai Tukar Melemah: Analisis Terbaru Hari Ini
Sumber: Kompas.com

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan tipis pada perdagangan Senin, 9 Juni 2025. Penurunan ini menandai sedikit koreksi setelah penguatan yang terjadi pada pekan sebelumnya.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup pada level Rp 16.291 per dolar AS. Ini menunjukkan penurunan 0,04 persen dibandingkan penutupan Jumat lalu di angka Rp 16.285 per dolar AS.

Pelemahan Rupiah di Tengah Pergerakan Mata Uang Asia

Pelemahan rupiah sejalan dengan beberapa mata uang Asia lainnya terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia mengalami pelemahan terdalam di antara mata uang-mata uang tersebut.

Ringgit Malaysia melemah 0,18 persen, diikuti peso Filipina (0,15 persen), dolar Taiwan (0,05 persen), dan dolar Hong Kong (0,01 persen). Hal ini mengindikasikan adanya tekanan terhadap beberapa mata uang di kawasan Asia.

Di sisi lain, beberapa mata uang Asia justru menguat terhadap dolar AS. Ini menunjukkan dinamika pergerakan mata uang yang cukup kompleks di kawasan tersebut.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Rupiah

Beberapa faktor dapat memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah. Faktor eksternal seperti pergerakan dolar AS di pasar global memegang peran penting.

Indeks dolar AS, yang mengukur nilai dolar AS terhadap mata uang utama dunia, turun menjadi 98,93 pada Senin, 9 Juni 2025. Angka ini lebih rendah dibandingkan penutupan akhir pekan di 99,19. Penurunan indeks dolar ini cenderung memberikan sedikit dukungan terhadap rupiah.

Namun, faktor internal seperti kondisi ekonomi domestik dan sentimen pasar juga turut mempengaruhi. Stabilitas ekonomi domestik dan kepercayaan investor menjadi kunci penting dalam menjaga kestabilan nilai tukar rupiah.

Peran Bank Indonesia dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Bank Indonesia (BI) secara aktif berperan dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. BI memiliki berbagai instrumen kebijakan moneter untuk mengelola dan mengendalikan fluktuasi nilai tukar.

Kebijakan-kebijakan BI bertujuan untuk menjaga nilai tukar rupiah agar tetap stabil dan berada dalam koridor yang terkendali. Hal ini penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Perbandingan Pergerakan Rupiah dengan Mata Uang Asia Lainnya

Berikut perbandingan pergerakan beberapa mata uang Asia terhadap dolar AS pada Senin, 9 Juni 2025:

  • Menguat: Won Korea (0,56 persen), yen Jepang (0,48 persen), dolar Singapura (0,35 persen), baht Thailand (0,27 persen), yuan China (0,12 persen), dan rupee India (0,06 persen).
  • Melemah: Ringgit Malaysia (0,18 persen), peso Filipina (0,15 persen), dolar Taiwan (0,05 persen), dolar Hong Kong (0,01 persen), dan Rupiah Indonesia (0,04 persen).

Perbedaan pergerakan ini menunjukkan bahwa dinamika pasar mata uang di Asia cukup beragam. Kondisi ekonomi masing-masing negara dan faktor global turut berperan dalam menentukan pergerakan mata uangnya.

Kesimpulannya, pelemahan tipis rupiah pada Senin, 9 Juni 2025, merupakan bagian dari dinamika pergerakan mata uang global dan regional. Perlu pemantauan berkelanjutan terhadap faktor-faktor ekonomi domestik dan internasional untuk memprediksi pergerakan rupiah ke depannya. Peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar tetap krusial untuk menopang perekonomian Indonesia.

Also Read

Tags

Leave a Comment