UMKM di Kepulauan Riau, khususnya Batam, menghadapi tantangan berat dalam mengembangkan bisnisnya. Beban pajak yang tinggi untuk pengiriman produk ke berbagai wilayah di Indonesia menjadi penghambat utama pertumbuhan ekonomi lokal.
Keluhan ini mencuat di tengah berbagai upaya pemerintah untuk meningkatkan sektor UMKM. Status Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) atau Free Trade Zone (FTZ) ironisnya justru memicu kompleksitas regulasi yang memberatkan para pelaku UMKM.
Beban Pajak Pengiriman: Kendala Utama UMKM Batam
Para pelaku UMKM di Batam mengeluhkan tingginya biaya pajak pengiriman yang mereka tanggung. Hal ini disampaikan langsung oleh beberapa pelaku UMKM yang ditemui di Rumah BUMN Batam.
Biaya pajak yang tinggi ini tidak sebanding dengan harga jual produk, sehingga menyulitkan mereka untuk bersaing di pasar nasional. Kondisi ini berdampak signifikan pada kemampuan UMKM untuk berkembang dan menjangkau konsumen di luar Batam.
Seorang pelaku UMKM mengungkapkan kesulitan memasarkan produknya ke berbagai daerah di Indonesia karena biaya pajak yang jauh lebih besar daripada harga barang. Sementara itu, pengiriman ke pasar internasional relatif tidak bermasalah.
Perbedaan Regulasi di Kawasan Perdagangan Bebas
Status Batam sebagai KPBPB atau FTZ yang diharapkan dapat memberikan keuntungan justru menciptakan perbedaan regulasi yang signifikan. Regulasi ini secara tidak langsung memberatkan para pelaku UMKM dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia.
Perbedaan regulasi ini menjadi sorotan utama, karena seharusnya status KPBPB mendukung perkembangan UMKM, bukan malah menghambatnya. Kondisi ini membutuhkan solusi konkret agar UMKM di Batam bisa bersaing secara adil.
Sabri Rasyid, AVP External Communication PT Telkom Indonesia, turut menyoroti tantangan ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar pihak untuk meringankan beban biaya pengiriman bagi UMKM Batam.
Upaya Telkom dalam Mendukung UMKM Batam
PT Telkom Indonesia melalui RB Telkom Batam berkomitmen untuk mendorong transformasi digital UMKM di Batam. Tujuannya agar UMKM Batam mampu bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Telkom berharap dengan transformasi digital, UMKM dapat mengakses pasar yang lebih luas dan efisien. Program ini diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi lokal di Batam.
Inisiatif Telkom ini memberikan harapan baru bagi UMKM Batam. Dukungan dari pihak swasta seperti Telkom sangat penting dalam mengatasi kendala yang dihadapi UMKM, terutama dalam menghadapi kompleksitas regulasi dan biaya pengiriman.
Selain itu, Telkom juga memberikan pelatihan dan akses pasar bagi ribuan UMKM Batam. Hal ini merupakan bukti komitmen Telkom dalam membantu UMKM bangkit dari berbagai tantangan, termasuk pandemi.
Lebih dari 3000 UMKM Batam telah merasakan dampak positif dari dukungan Telkom. Keberhasilan ini menjadi contoh sukses kolaborasi antara BUMN dan UMKM.
Ke depan, diperlukan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan pihak swasta untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi UMKM di Batam. Solusi yang komprehensif dan adil sangat penting untuk memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan begitu, UMKM di Batam dapat berkontribusi secara optimal dalam pembangunan ekonomi nasional.





